Bagi yang ingin mengamalkan silakan izin kepada admin melalui kolom komentar sebagai sambung sanad yang sangat penting dalam pengamalan sebuah ilmu/amalan.
WARGA SAMUDERA DOA
Ijazah Ilmu Hikmah - Pengisian Khodam (Konjurasi) - Media Spiritual - Konsultasi - Ilmu Gaib - Indra Ke enam - Astral Wapon - Jasa pengobatan Alternatif dan pembersihan gaib.
Kontak 089690497604
wongalus.banten@gmail.com
BannerFans.com

Sunday, 8 June 2014

SUKMA JAHAT MANUSIA

Sukma Jahat Manusia

Sosok-sosok halus yang sudah disebutkan sebelumnya, yang sifatnya jahat atau beresiko merugikan, atau yang sering masuk merasuk ke dalam tubuh manusia, adalah dari jenis bangsa jin, dhanyang atau jenis mahluk halus lainnya.
Selain yang sudah disebutkan di atas ada juga sosok-sosok halus jahat dari jenis sukma manusia (arwah). Selain yang bebas bergentayangan, yang harus diwaspadai adalah juga mahluk halus sukma / arwah manusia yang tinggal di dalam benda-benda gaib atau benda-benda antik / kuno dan jenis sukma / arwah yang tinggal bersemayam di tubuh manusia, di dalam badan atau di dalam kepala manusia yang masih hidup (ketempatan mahluk halus).

Ada mahluk halus sukma manusia (arwah) yang tinggal di dalam benda-benda gaib tertentu, seperti keris, batu akik, benda-benda antik / kuno, dsb. Tujuan keberadaan mereka di dalam benda-benda itu adalah karena mereka membutuhkan tempat tinggal, menjadikan benda-benda itu sebagai rumah mereka yang baru, bukan untuk menjadi khodam yang memberikan tuah bagi manusia pemilik benda-benda itu. Seandainya ada benda-benda itu yang menjadi milik kita, maka sebaiknya kita sangat berhati-hati dalam memilikinya, jangan sampai kita melakukan kesalahan yang bisa menyebabkan sosok sukma di dalam benda-benda itu marah dan "menegur" atau "menghukum" kita.
Ada juga mahluk halus sukma manusia (arwah) yang harus diwaspadai karena wataknya yang jelek yang suka bersemayam di dalam tubuh manusia, yang bersemayam di dalam badan atau kepala manusia yang masih hidup (ketempatan mahluk halus), yang selain bisa menyesatkan jalan pikiran si manusia, memberikan banyak gambaran gaib fiktif / halusinasi, juga bisa mendatangkan kejadian-kejadian gaib lain yang negatif.
Sukma manusia yang seringkali masuk merasuk dan bersemayam di tubuh manusia biasanya adalah sukma (arwah) dari orang-orang yang dulu memiliki keilmuan gaib / kesaktian, sebagiannya dulu hidup sebagai tokoh-tokoh sakti dunia kejahatan dan berilmu tinggi. Mereka biasanya berwatak keras dan menonjolkan kesaktian dan kegagahan, cenderung menonjolkan kesombongan dan mengandalkan kesaktiannya untuk memaksakan kehendaknya (juga sampai sekarang sesudah mereka menjadi roh / sukma / arwah).
Sosok halus sukma / arwah yang kekuatannya rendah (1 - 2 md), biasanya akan bersemayam di bagian kepala manusia, tetapi yang kekuatannya lebih tinggi biasanya akan bersemayam di dalam badan manusia.
Ketika sesosok sukma (arwah) bersemayam di dalam kepala seseorang, biasanya sosok sukma tersebut akan aktif memberikan bisikan gaib, penglihatan gaib, dsb, akan menjadikan si manusia memiliki kemampuan melihat gaib, atau bisa mengetahui sesuatu yang gaib, bahkan ada yang bisa meramal. Tetapi keberadaan sosok sukma tersebut bisa juga mengacaukan alam pikiran si manusia, memenuhi pikiran si manusia dengan halusinasi dan penglihatan gaib fiktif yang tidak sesuai dengan kondisi dan arti kejadian gaib yang sesungguhnya, banyak juga yang membisikkan kata-kata jahat (fitnah) tentang orang lain, sehingga orangnya juga akan menjadi selalu berpikiran jahat / jelek kepada orang lain.
Jika ada sesosok sukma (arwah) bersemayam di badan seorang manusia (yang masih hidup), biasanya sehari-harinya si manusia tersebut juga akan merasakan adanya ide-ide atau bisikan gaib / ilham dan kadang juga menerima penglihatan gaib yang berasal dari sosok halus di dalam tubuhnya itu. Biasanya si manusia akan merasa memiliki kepekaan batin, mengerti hal-hal gaib. Tetapi seringkali semua bisikan gaib itu bersifat menyesatkan walaupun halus tidak terasa, banyak juga yang membisikkan kata-kata jahat tentang orang lain. Kadangkala juga si manusia akan merasakan adanya dorongan emosi / amarah yang tidak jelas penyebabnya. Di sisi lain sosok sukma arwah tersebut bisa menjadi khodam kekuatan bagi si manusia ketika si manusia sedang berkelahi dan akan membantu memberikan inspirasi jika si manusia menjalani laku keilmuan kegaiban maupun kanuragan.
Baik sosok sukma / arwah itu tinggal di bagian kepala maupun di dalam badan manusia yang masih hidup biasanya keberadaannya akan membantu si manusia peka rasa, mengerti dan bisa mendeteksi kegaiban, bahkan banyak yang menjadikan si manusia memiliki kemampuan gaib tertentu tanpa sebelumnya pernah mempelajarinya. Tetapi banyak penglihatan gaib si manusia yang sifatnya halusinasi / ilusi, tidak sungguh-sungguh terjadi. Sekalipun benar terjadi, tetapi arti kegaiban yang ditangkap oleh si manusia seringkali bukanlah arti kejadian gaib yang sesungguhnya (tipuan). Yang paling buruk adalah jika si sosok sukma itu berwatak sedemikian jahatnya sehingga ia benar-benar menyesatkan jalan pikiran si manusia, menjadi setan dan iblis bagi si manusia, yang mempengaruhi si manusia untuk juga berhati jahat dan berperangai buruk (apalagi jika orangnya menjadi seorang tokoh pemimpin, tokoh masyarakat atau tokoh agama).
Bisa dipastikan bahwa mereka bukanlah sukma leluhur si manusia, kecuali sukma leluhur yang berwatak jelek, karena sukma leluhur yang berwatak baik biasanya akan menempatkan dirinya sebagai sosok pendamping dan pelindung, bukannya masuk merasuk dan bersemayam di dalam tubuh manusia keturunannya.

Gangguan gaib yang asalnya dari jenis sukma / arwah yang bersemayam di dalam tubuh manusia yang masih hidup adalah jenis gangguan gaib yang paling sulit ditangkal. Yang bersemayam di dalam kepala biasanya kekuatannya rendah, kalau lebih kuat biasanya akan bersemayam di dalam badan.
Sosok sukma manusia tersebut biasanya energinya halus sekali sehingga sulit dideteksi dan sulit dirasakan keberadaannya, dan penampakannya juga halus sekali sehingga sulit dilihat keberadaannya, ditambah lagi ada banyak sukma manusia pelakunya yang berkesaktian tinggi yang kesaktiannya bisa sampai puluhan ribu kali lipat kesaktiannya ibu ratu kidul jauh di atas kekuatan bangsa jin terkuat di bumi, apalagi dibandingkan khodam ilmu yang umum, dan untuk mengusirnya hanya dapat dilakukan dengan menggunakan kekuatan gaib (tenaga dalam, kekuatan kebatinan / spiritual, atau khodam) yang lebih tinggi.
Secara umum keberadaan sesosok gaib, apapun jenis dan wujudnya, yang bersemayam tinggal di dalam tubuh manusia (di dalam kepala atau badannya) adalah kegaiban tingkat tinggi, sehingga jarang ada orang, sekalipun orang itu berilmu tinggi / spiritualis kawakan, yang bisa dengan benar mendeteksi keberadaannya, apalagi untuk menangkalnya, apalagi yang baru sekedar bisa melihat gaib. Kebanyakan orang yang berusaha mendeteksi / melihat keberadaan sosok halus itu akan dikelabui dan disesatkan pengertiannya, sehingga ia akan mengatakan bahwa orang yang ketempatan mahluk halus itu memiliki khodam pendamping penjaga, berwujud harimau atau prajurit, seringkali malah dikatakannya bahwa itu adalah khodam leluhurnya. 
Bersemayamnya sesosok sukma jahat di dalam tubuh atau di dalam kepala seseorang sulit sekali untuk diketahui, termasuk oleh orang-orang yang tajam penglihatan gaibnya dan yang sudah bertahun-tahun berpraktek sebagai paranormal dan spiritualis supranatural, karena selain sukma tersebut halus sekali energi dan penampakannya, menyamarkan keberadaan dirinya dengan suatu energi (ilmu halimunan), juga ada yang keberadaannya tertutupi oleh mahluk-mahluk halus lain yang sengaja ditariknya untuk menutupi dirinya. Apalagi jika sukma tersebut berkekuatan tinggi yang bahkan mampu menarik mahluk halus jin iblis bertanduk dua untuk menutupi dirinya. Hanya orang-orang yang sangat tinggi tingkat kepekaan / ketajaman kebatinan - spiritualnya saja yang mampu mendeteksinya. 
Tapi sekarang dari uraian pola perilaku dan fenomena yang sudah diceritakan di atas, tentang kemampuan seseorang melihat gaib tanpa sebelumnya pernah belajar peka rasa, kita mendapatkan bahan untuk berwaspada terhadap kemungkinan adanya keberadaan sukma jahat tersebut, atau jenis mahluk halus lainnya, di dalam tubuh kita. Walaupun indikasi-indikasi kejadian seperti disebut di atas belum tentu pasti menunjukkan adanya sosok halus tersebut di dalam tubuh manusia, karena harus diperiksa satu per satu kejadiannya, tetapi seharusnya itu menjadi bahan untuk kita berwaspada.

Sifat-sifat energi mahluk halus akan mengikuti perwatakannya. Sifat energi mahluk halus golongan putih akan berbeda dengan yang dari golongan hitam. Dengan kepekaan rasa orang akan bisa membedakan kehadiran sesosok halus dari rasa energinya apakah sosok halus itu dari golongan putih ataukah dari golongan hitam. Dan dengan kepekaan rasa juga orang akan bisa membedakan energi sesosok gaib apakah bersifat positif ataukah negatif.

Semua mahluk halus, selain yang dari jenis sukma manusia, fisiknya adalah berupa energi sehingga perbuatan dan pergerakannya bisa dihalangi atau ditangkal dengan pagaran energi yang lebih kuat.
Mahluk halus golongan hitam dan yang berenergi negatif, karena fisiknya berupa energi maka pergerakannya akan bisa dihalangi atau ditangkal selain dengan pagaran energi yang lebih kuat, juga dengan pagaran gaib yang padat berisi energi positif yang berlawanan sifatnya dengan energi sosok gaib yang negatif / hitam. Karena itu jika kita membuat pagaran energi, usahakan selain membuat dindingnya keras, ada energi penolakannya, juga dibuat di dalamnya padat dengan energi positif, sehingga jika ada sesosok halus golongan hitam yang mampu menembus dinding pagaran gaibnya, diharapkan dia tidak akan mampu terus masuk ke dalamnya, karena padatnya energi positif di dalam pagaran gaib yang sifatnya berlawanan dengan sifat energinya. Seandainya pun kekuatan gaib sosok halus itu terlalu tinggi sehingga mampu masuk menembus pagarannya, diharapkan dia tidak akan betah berlama-lama di dalamnya sehubungan dengan ketidak-nyamanan dari adanya energi positif yang berlawanan sifat dengan energinya.
Sekalipun jenis sukma manusia fisiknya juga berupa energi, tetapi tidak murni bersifat energi seperti mahluk halus lainnya, tetapi bersifat roh, yaitu roh / sukma (arwah) manusia. Pagarannya harus bersifat absolut / solid. Lebih sulit untuk membuat pagaran energi untuk menahan jenis sukma manusia, karena kalau pagaran energi untuk itu dibuat, berarti juga akan dapat menahan roh manusia yang masih hidup (roh pancer dan sedulur papat).
Pagaran gaib untuk melawan jenis sukma manusia memang sulit dibuat. Selain karena tingkat kekuatan mereka bervariasi, ada yang rendah, ada juga yang tinggi sekali, juga karena mereka bisa dengan akalnya beradaptasi dengan bentuk pagaran gaibnya untuk menerobosnya.


WASSALAM.....

SEMOGA TERCERAHKAN.....

PENGGOLONGAN MAHLUK HALUS 2

Postingan ini merupakan sambungan dari PENGGOLONGAN MAHLUK HALUS, bagi yang belum membacanya silahkan baca dari awal sehingga anda mengerti apa yang penulis bababarkan

Mahluk Halus Golongan Putih dan Hitam

Umumnya orang membedakan mahluk halus yang baik dan jahat atau golongan putih dan hitam dari sosok wujud dan penampakannya. Jika perwujudannya kelihatan menyeramkan akan dikatakan tidak baik / jahat, sebaliknya kalau perwujudannya bagus, ganteng / cantik, tutur katanya manis / lembut, perilakunya bersahabat tidak kelihatan sebagai mahluk yang jahat / berbahaya, maka akan dikatakan baik. 
Yang di atas itu adalah yang biasa dilakukan oleh orang-orang awam dalam menilai sesosok mahluk halus, tetapi tidak sepantasnya orang-orang berilmu (dan yang mengaku mengerti gaib) melakukan itu dalam menilai sesosok mahluk halus, seharusnya mereka bisa melakukan pembedaan dengan cara yang lebih baik lagi, bukan dengan cara awam seperti itu, karena dengan cara itu orang akan mudah tertipu, apalagi kalau mahluk halusnya sengaja menipu mengelabui manusia dengan menampakkan perwujudan dan perilaku yang kelihatan baik.
Penulis ada mengelompokkan mahluk halus dalam golongan putih dan golongan hitam dari sisi perwatakannya.
Penekanan penggolongan putih dan hitam ini ada pada pembedaan sifat perwatakan mahluk halusnya apakah dominan bersifat jahat / mencelakakan dan menyesatkan ataukah tidak.

Sekalipun banyak orang bisa melihat gaib, sekaligus juga ahli dalam hal agama, tetapi tidak semuanya mampu mengenal dan membedakan karakteristik perwatakan mahluk halus apakah dari golongan putih ataukah hitam dan menilai pengaruh / akibat perbuatan mereka terhadap manusia. Tentang mahluk halus yang menyesatkan, yang mencelakakan, setan dan iblis, kebanyakan hanya menjadi cerita saja dalam dunia kerohanian / agama, tetapi tidak banyak orang yang mampu mengimplementasikan pengetahuannya tentang setan dan iblis dalam dunia nyata.

Cerita mengenai mahluk halus golongan putih dan hitam yang dituliskan di bawah ini sebagian terkait dengan pandangan orang dalam beragama. Jika ada perbedaan pendapat mengenai yang golongan putih dan hitam ini sebaiknya dibuktikan sendiri kebenarannya, jangan hanya mendasarkan pendapat pada dalil dan dogma agama, karena seringkali yang nyata terjadi di dunia tidak semuanya tertulis dalam agama.

Mahluk halus golongan putih adalah golongan mahluk halus yang perwatakannya tidak berkecenderungan jahat terhadap manusia. Bukan berarti tidak jahat atau tidak berbahaya dan tidak akan menyerang / mencelakakan manusia, tetapi tidak berkecenderungan bersikap jahat dan tidak bertendensi mengganggu / menyakiti manusia. Walaupun begitu, manusia tetap harus berhati-hati dan waspada, karena dapat saja suatu saat mereka menyerang / mencelakakan manusia, terutama jika manusia "dianggap" melakukan kesalahan kepada mereka. Tetapi selama tidak ada perbuatan manusia yang menyalahi mereka, tidak ada perbuatan manusia yang "dianggap" menyalahi mereka, manusia dan mahluk halus tersebut dapat hidup berdampingan.

Mahluk halus yang dari golongan putih ini bukan berarti mereka adalah dari golongan yang pasti baik dan bukan juga berarti tidak akan mencelakakan / merugikan manusia, tetapi penekanannya adalah bahwa mereka sehari-harinya, baik berada di sekitar manusia ataupun tidak, tidak berkecenderungan  jahat terhadap manusia.

Mahluk halus golongan hitam adalah golongan mahluk halus yang perwatakannya berkecenderungan jahat terhadap manusia. Sifat jahatnya itu bisa dalam bentuk perbuatannya yang sengaja menyakiti dan membuat manusia sakit, membuat manusia celaka, bahkan sengaja membunuh manusia, bisa juga perbuatannya yang sengaja menipu / menyesatkan manusia. Jadi, manusia harus berhati-hati dan waspada, karena dapat saja mereka mengganggu, mencelakakan atau menyesatkan, walaupun tidak ada perbuatan si manusia yang menyalahi mereka.

Mahluk halus golongan hitam dan abu-abu sehari-harinya sudah berpikiran jahat / jahil terhadap manusia, banyak efek negatifnya bagi manusia. Manusia dan jenis halus tersebut tidak boleh hidup berdampingan.

Mahluk halus, baik golongan putih maupun hitam, dari sisi pengaruhnya terhadap manusia ada 2 macam posisi keberadaannya. 
Yang pertama adalah mahluk halus yang tidak tampak berinteraksi langsung dengan manusia. 
Mahluk halus, golongan putih maupun hitam, apapun jenisnya, yang kesaktiannya tinggi, biasanya hidup sendiri, tidak berkomunitas. Kalau berkomunitas, biasanya mereka berkomunitas dengan yang sejenisnya saja dan kekuatannya setingkat. Yang kesaktiannya tinggi itu, walaupun kelihatannya hidup sendiri, sebenarnya mereka juga berkomunitas, hanya saja sesuai tingkat kesaktian mereka yang tinggi, dalam berkomunitas mereka tidak tinggal berdekatan, satu dengan lainnya bisa berjarak puluhan, bahkan ratusan kilometer jauhnya, sehingga akan tampak bahwa mereka hidup sendiri.
Baik mereka hidup sendiri atau pun berkomunitas, selain yang berkesaktian rendah, banyak di antara mereka adalah mahluk halus yang berkesaktian tinggi. Mereka tidak tampak berinteraksi langsung dengan manusia. Jenis ini biasanya pengaruhnya tidak disadari oleh manusia karena interaksinya dengan manusia tidak kelihatan langsung dan tidak terasa. Seringkali keberadaannya saja tidak diketahui oleh manusia, karena semakin tinggi kekuatannya, akan juga semakin sulit untuk dilihat. Walaupun pancaran energinya besar, tetapi energinya juga semakin halus dan semakin sulit dideteksi keberadaannya.
Biasanya semua mahluk halus memancarkan suatu aura energi yang melingkupi area yang menjadi wilayah kekuasaannya. Yang kesaktiannya tinggi (yang sampai ratusan atau bahkan ribuan kalinya kesaktiannya Ibu Ratu Kidul)  pancaran hawa energinya bisa melingkupi jarak yang sangat jauh, bisa puluhan atau bahkan ratusan kilometer jauhnya. Sekalipun mereka hidup sendiri dan tampak tidak berinteraksi langsung dengan manusia atau pun dengan mahluk halus lain, tetapi sebenarnya mereka itulah yang pengaruhnya paling kuat dalam mempengaruhi psikologis para mahluk halus lain dan manusia.
Secara fisiknya para mahluk halus adalah bersifat energi, sehingga secara alami dari tempat keberadaannya mereka akan memancarkan suatu hawa energi yang sesuai dengan kondisi psikologis dan sifat perwatakannya. Mahluk halus yang kesaktiannya tinggi, pengaruh hawa energi mereka sangat kuat, pengaruhnya mencakup jarak yang jauh sampai beratus-ratus kilometer jauhnya, yang bukan hanya akan mempengaruhi manusia, tetapi juga mempengaruhi mahluk halus lain di dalam wilayah cakupan pancaran energinya. Hanya orang-orang yang tinggi tingkat kepekaan batinnya dan tinggi spiritualitasnya saja yang bisa mendeteksi hawa pengaruh mereka. Berbeda dengan jenis sukma manusia yang walaupun berkesaktian tinggi, tetapi pancaran aura energinya hanya beberapa meter saja yang pancaran aura energinya itu menggambarkan hawa kekuatan kebatinan, kanuragan atau spiritualnya.
Yang kedua adalah mahluk halus yang mudah diidentifikasikan berinteraksi langsung dengan manusia dalam bentuk khodam ilmu, khodam pendamping, khodam jimat dan pusaka atau mahluk halus lain yang tinggal di sekitar tempat tinggal manusia, atau yang tinggal di tempat-tempat / lokasi yang ada interaksi langsung dengan manusia. Pengaruh perbuatan mereka lebih mudah untuk diketahui, dan atas terjadinya suatu perbuatan gaib / kejadian gaib lebih bisa diidentifikasi sosok halus pelakunya, karena ada interaksi antara mereka dengan manusia secara langsung maupun tidak langsung.
Dengan demikian pengaruh dari mahluk halus golongan putih atau hitam yang berpengaruh terhadap manusia bersifat kombinasi, yaitu kekuatan pancaran gaib dari mahluk halus yang hidup sendiri, yang tidak tampak berinteraksi langsung dengan manusia, ditambah pengaruh dari yang tampak ada interaksi dengan manusia. Dengan demikian, sekalipun manusia tidak secara langsung berinteraksi dengan mahluk halus, manusia tetap berpotensi terpengaruh psikologisnya secara positif atau pun negatif oleh pancaran gaib mahluk halus yang hidup sendiri.

Mahluk halus golongan putih, yang tampaknya hidup sendiri, yang tingkat kekuatan gaibnya tinggi, dari tempat keberadaannya memancarkan hawa aura positif yang mempengaruhi psikologis manusia dan mahluk halus lain. Manusia dan mahluk halus lain, yang eling dan menjaga kelurusan dan kesucian hati dan pikiran, baik beragama ataupun tidak, akan terpengaruh menjadi semakin baik kesadaran moralitas dan budi pekertinya.
Sedangkan mahluk halus golongan putih yang kekuatan gaibnya rendah, selain yang hidup sendiri di dalam batu atau benda lain, biasanya hidup berkomunitas, sebagiannya hidup di lingkungan manusia, sebagian lagi datang menjadi pendamping atau menjadi khodam ilmu dan jimat. Sebagian dari mereka datang kepada manusia yang tekun bersemadi atau berdoa. Sebagiannya lagi datang karena adanya sesaji, terutama sesaji dari orang-orang yang sedang mempraktekkan ilmu gaib dan yang "ngalap berkah".  Pengaruh keberadaan mereka biasanya tidak menyesatkan manusia, malah ada yang tinggal di sekitar tempat tinggal manusia dengan sengaja membantu kehidupan manusia tanpa diketahui dan tanpa meminta imbalan.

Mahluk halus golongan hitam, yang hidup sendiri, yang kekuatan gaibnya tinggi, melakukan penyesatan tidak dengan mempengaruhi satu per satu individu, tetapi melakukannya secara masal, yaitu dengan memancarkan hawa aura jahat yang mempengaruhi psikologis manusia dan mahluk halus lain di dalam area pengaruhnya yang radiusnya bisa sampai beratus-ratus kilometer. Manusia dan mahluk halus lain, beragama ataupun tidak, yang tidak eling dan tidak menjaga kelurusan dan kesucian hati dan pikirannya akan menjadi terpengaruh, sehingga menjadi berhati dan berpikiran jahat atau menjadi berperilaku menyimpang dari budi pekerti dan kesusilaan.

Mereka cukup cerdas dalam usahanya menyesatkan. Biasanya cara kerja mereka sangat halus. Mereka menyerang sisi psikologis yang lemah pada manusia dan mahluk halus lain. Pada manusia yang menganggap suci dan sakral urusan iman dan agama, mereka akan membelokkannya, sehingga pemahaman kerohanian manusia menjadi menyimpang dan memunculkan sifat-sifat ke-Aku-an yang kuat, yang menyimpang dari ajaran agama yang benar, menyimpang dari budi pekerti dan kasih. Pada manusia yang suka bersenang-senang dan mengumbar keduniawiannya, mereka akan menambah kuat kecenderungan sifat-sifat itu, sehingga korbannya akan semakin menyimpang dari budi pekerti dan kesusilaan.
Sedangkan para mahluk halus golongan hitam dan abu-abu yang kesaktiannya rendah, selain yang hidup sendiri di dalam batu atau benda gaib lain, biasanya hidup berkomunitas, sebagiannya hidup di lingkungan manusia, sebagiannya lagi datang menjadi pendamping atau menjadi khodam ilmu dan jimat (isian). Sebagian dari mereka datang kepada manusia yang tekun bersemadi atau berdoa. Sebagiannya lagi datang karena adanya sesaji, terutama sesaji dari orang-orang yang sedang mempraktekkan ilmu gaib dan yang "ngalap berkah". Keberadaan mereka, selain akan sengaja menyesatkan manusia, juga akan dengan sengaja mengganggu, menyakiti atau mencelakakan manusia.
Mahluk halus dari golongan abu-abu, yang suka usil, mengganggu atau mencelakakan manusia, atau yang seringkali menakut-nakuti dan menipu dengan merubah wujudnya (jadi-jadian) menyerupai mahluk halus lain, seperti menirukan wujud kuntilanak atau si muka rata, atau banaspati, atau menyerupai sesosok manusia yang sudah meninggal, biasanya adalah mahluk halus kelas rendah dan menengah, yang terpengaruh oleh yang golongan hitam. Selain terpengaruh secara psikologis, mereka juga berada di bawah ancaman kekuatan mahluk halus golongan hitam yang lebih tinggi kekuatannya.
Mahluk halus yang perwatakannya termasuk dalam golongan hitam dan abu-abu, keberadaannya akan cenderung menyesatkan atau mencelakakan manusia. Dari sudut pandang pengaruhnya terhadap manusia, mahluk halus dari golongan hitam dan abu-abu kami anggap sama dan sejenis, jadi akan kami samakan penyebutannya sebagai golongan hitam.

Mahluk halus golongan hitam menyesatkan manusia dengan cara mengajarkan berbagai pengetahuan dan keilmuan (melalui ilham yang mengalir dalam pikiran manusia), menyebabkan manusia merasa hebat, sakti, merasa lebih tahu dan akhirnya akan menjadi sombong, atau dengan mengajarkan kebijaksanaan dan ilmu agama dan mewujudkan banyak keinginan si manusia, menyebabkan si manusia merasa dekat dengan Tuhan, karena merasa doa-doanya dikabulkan Tuhan dan kata-katanya manjur selalu terjadi, merasa suci dan benar sendiri, merasa pantas menjadi tokoh panutan atau bahkan merasa menjadi wakil / perantara Tuhan di bumi, hatinya akan dipengaruhi menjadi sok suci dan benar, tetapi penuh dengan kebencian dan permusuhan dan akan juga menyebarkan kebencian dan permusuhan, dan pikirannya akan penuh dengan ide-ide jahat untuk mengumbar kebencian dan permusuhan itu (apalagi jika orangnya menjadi seorang pemimpin, tokoh masyarakat atau tokoh agama). 
Penyesatan itu awalnya tidak terasa dan sifatnya biasa-biasa saja, tetapi perlahan-lahan si manusia akan diarahkan menjadi merasa hebat, kuat, sakti, dsb, yang ujung-ujungnya menyebabkan manusia berperilaku tidak berbudi, atau mengarahkan si manusia menjadi merasa benar dan beriman lebih daripada manusia yang lain, merasa dekat dengan Tuhan karena doa-doa dan kata-katanya manjur selalu terjadi, merasa layak menjadi tokoh panutan atau merasa menjadi wakil Tuhan di dunia, mempertuhankan agama, kemudian meningkat menjadi mempertuhankan dirinya sendiri yang akan menganggap pendapat keagamaan dan ajarannya sebagai kebenaran mutlak dan akan memaksakannya kepada orang lain. Ke-Aku-an manusia akan ditinggikan, sehingga masing-masing manusia akan merasa "lebih" daripada orang lain dan akan menganggap orang-orang yang tidak sejalan dengannya sebagai "rendah" dan sesat.
Penyesatan juga bisa dalam bentuknya menambah kuat kegemaran bersenang-senang dan mengumbar nafsu duniawi, nafsu syahwat, keserakahan, ketamakan, kesombongan, berhati licik dan penipu, kebencian, iri dan dengki, kebengisan, kekejian, kejahatan dan perilaku merusak, dan perilaku-perilaku lain yang menyimpang dari budi pekerti dan kesusilaan, dan akan selalu mencari pembenaran atas perbuatan-perbuatan yang menyimpang.

Mahluk halus golongan hitam sering mengikut kepada orang-orang yang rajin berdoa / zikir / wirid, termasuk kepada orang-orang yang sering mengamalkan amalan doa atau amalan ilmu, apalagi orang-orang yang kuat berdoanya karena kondisi yang terpaksa. Keberadaannya akan bersifat menyesatkan, membuat doa-doa dan kata-katanya ampuh selalu terwujud, banyak mendapat keberuntungan, membuat orangnya merasa benar jalan agama dan ibadahnya, tetapi pelan-pelan dan halus orangnya akan disimpangkan menjadi jauh dari Tuhan, merasa benar sendiri dan akhirnya orangnya akan memuliakan dirinya sendiri (kata-katanya manis memuliakan Tuhan dan perbuatan-perbuatannya selalu mengatas-namakan Tuhan tetapi sebenarnya ia hanya memuliakan dirinya sendiri, mencitrakan dirinya sendiri sebagai mahluk Tuhan yang mulia).

Jika orangnya sampai terpengaruh, maka pelan-pelan nantinya hatinya akan menyimpang, merasa dekat dengan Tuhan tapi sebenarnya hatinya jauh dari Tuhan, merasa benar sendiri dan akhirnya akan memuliakan dirinya sendiri (menganggap dirinya mulia). Jadi sekalipun orangnya kuat agamanya dan rajin ibadahnya, dan mulutnya manis selalu memuji Tuhan, tapi hatinya akan dipenuhi pemujaan akan kemuliaan dirinya sendiri, kemunafikan, rasa kebencian dan permusuhan, pikirannya akan dipenuhi dengan pikiran-pikiran jahat dan kelicikan (dan tipu muslihat), dan dipenuhi hasrat mengumbar kebencian dan permusuhan kepada orang-orang yang tidak sejalan, sehingga tanpa disadarinya ia juga terpengaruh ikut menjadi hitam.


Dalam cerita lama kerohanian / agama atau cerita dunia spiritual, mahluk halus golongan hitam secara spiritual sering dilambangkan dengan perwujudan naga, sebagai gambaran mahluk halus yang kuat dan berbahaya bagi manusia, yang sejak dulu sudah "memangsa" manusia, menyimpangkan manusia dari jalan kebenaran dan menjerumuskan manusia ke dalam kegelapan dan kesesatan.

Di kalangan keilmuan kebatinan dan spiritual khodam mahluk halus golongan hitam dianggap "berat", dalam arti orang-orang yang berkhodam golongan hitam, atau mempunyai jimat yang berkhodam golongan hitam, sedikit atau banyak biasanya orangnya akan terpengaruh, berat baginya untuk tetap mampu menjaga ketulusan dan kelurusan hatinya.
Orang-orang yang bergelut dalam laku kebatinan dan spiritual ketuhanan, yang mampu membedakan mahluk halus yang berpengaruh baik (putih) dan yang berpengaruh jahat (hitam), akan menolak khodam golongan hitam, karena jenis khodam itu dianggap "berat", membuat mereka semakin berat untuk tetap lurus menjaga hati dan spirtualitas ketuhanan mereka.
Tetapi orang-orang golongan hitam, yang bergelut dalam dunia kejahatan, yang mengagung-agungkan kekuatan / kesaktian, yang mengagung-agungkan keilmuannya dan khodamnya, dan orang-orang yang haus kekuasaan / kekayaan / keduniawian justru banyak mencari yang golongan hitam, bahkan banyak yang dengan sengaja memuja mereka dalam ritual-ritual pemujaan mereka. Mahluk halus dan khodam golongan hitam terasa sangat ampuh melebihi yang dari golongan putih, mampu mewujudkan apapun keinginan mereka dan doa-doa mereka selalu terkabul, sehingga akan dianggapnya baik dan mereka akan memuja dan memuliakan yang golongan hitam.
Khodam yang dari golongan hitam biasanya kerjanya / tuahnya lebih ampuh daripada yang golongan putih. Tetapi dibalik itu ada maksud lain dari khodamnya itu, yaitu supaya si manusia menjadi semakin yakin dengan keampuhan khodamnya (dan yakin dengan kemuliaan dirinya sendiri), menjadikannya semakin bergantung kepada khodamnya itu (kegaibannya), dan pelan-pelan dan halus ia akan disimpangkan dari jalan yang lurus, menyimpang dari budi pekerti dan kesusilaan dan menyimpang dari jalan ketuhanan yang benar.
Karena itu sebaiknya kita berhati-hati, harus bisa kita membedakan mana yang hitam dan mana yang putih, jangan hanya menginginkan tuah dan keampuhannya saja. Jangan sampai nantinya tanpa disadari kita juga ikut-ikutan menjadi golongan hitam. Dan jangan kita mengikuti anjuran mendatangkan berkah Tuhan dengan cara-cara yang sekilas kelihatannya agamis, tetapi sebenarnya itu adalah ajakan untuk "ngalap berkah", untuk mendatangkan berkah duniawi, bukan berkat yang dari Tuhan. Itu adalah penyesatan halus dari setan dan iblis yang akan menyimpangkan kita dari jalan ketuhanan yang benar, terutama yang anjurannya berasal dari orang-orang yang di belakangnya berkhodam (diikuti sesosok mahluk halus) golongan hitam.

Tidak semua orang mampu mengenal dan membedakan mahluk halus golongan putih dan golongan hitam dan karakteristik perwatakannya dan tidak semua orang mampu membedakan secara nyata pengaruh mereka terhadap psikologis dan perilaku perbuatan manusia. Tentang mahluk halus yang menyesatkan, yang mencelakakan, setan dan iblis, kebanyakan hanya menjadi cerita saja dalam dunia agama / kerohanian. Tidak banyak orang yang mampu mengimplementasikan pengetahuannya tentang setan dan iblis dalam dunia nyata.

Cerita mengenai mahluk halus golongan hitam ini sebagian terkait dengan pandangan orang dalam beragama. Jika ada perbedaan pendapat mengenai yang golongan hitam ini sebaiknya dibuktikan sendiri kebenarannya, jangan hanya mendasarkan pendapat pada dalil dan dogma agama saja, karena seringkali yang terjadi secara nyata tidak semuanya tertulis dalam kitab suci agama dan kitab suci agama juga tidak menuliskan semuanya itu.
Seseorang yang menjalani / menguasai ilmu berkhodam, seringkali tidak mengetahui bahwa keilmuannya adalah menggunakan jasa mahluk halus (khodam / prewangan), karena sepengetahuannya ilmunya adalah ilmu gaib kebatinan atau ilmu berdasarkan keagamaan. Karenanya seseorang yang mempelajari / diajarkan / diturunkan suatu ilmu gaib seringkali tidak menyadari adanya penggunaan jasa mahluk halus ini, karena dipikirnya ia hanya mengamalkan saja ilmunya, atau laku tirakat dan puasanya, sesuai persyaratan ilmunya.
Seseorang yang menurunkan suatu ilmu berkhodam seringkali juga tidak menyatakan bahwa keilmuannya adalah menggunakan jasa suatu mahluk halus, atau seandainya pun ia mengetahui dan sudah menyatakan bahwa keilmuannya itu berkhodam, seringkali ia tidak dapat membedakan apakah khodam gaibnya itu dari golongan putih ataukah golongan hitam, sehingga dengan demikian ia juga bisa menjerumuskan orang lain.
Jika seseorang yang ilmunya berkhodam tidak mampu membedakan khodam golongan putih dan hitam, apalagi orang-orang yang belajar kepadanya. Dan jika ia menurunkan suatu keilmuan berkhodam kepada orang lain, ia juga tidak akan bisa membedakan apakah ilmu dan khodam yang diturunkannya itu dari jenis golongan putih ataukah hitam. Kebanyakan orang memang tidak memperhatikan apakah khodamnya itu dari golongan putih atau hitam, karena sesuai tujuannya berilmu, yang dipentingkannya hanyalah keampuhan ilmu dan khodamnya saja.
Seorang guru mungkin tidak bermaksud mencelakakan atau menjerumuskan muridnya atau orang lain yang belajar kepadanya dengan memberinya khodam golongan hitam. Mungkin itu terjadi karena ketidak-tahuannya saja.
Seseorang yang akan mempelajari suatu ilmu gaib, atau sudah menyadari bahwa keilmuannya adalah jenis ilmu berkhodam, sebaiknya bisa mengetahui jenis khodamnya, harus bisa membedakan mana yang golongan putih dan mana yang golongan hitam, jangan menerima khodam dari golongan hitam, karena dalam kehidupannya khodamnya itu akan cenderung menyesatkan dan pasti akan menyulitkannya dalam proses kematian. 
Selain yang merupakan khodam ilmu dan khodam dari leluhur, atau khodam dari benda-benda gaib, khodam pendamping yang datang kepada seseorang seringkali datang sendiri, tidak dengan sengaja didatangkan, tidak sengaja diundang dan seringkali tidak disadari keberadaannya. Banyak mahluk halus yang datang sendiri kepada seseorang yang tekun beribadah dan rajin berdoa / wirid. Biasanya seseorang yang tekun bersemadi, meditasi, zikir dan wirid, tubuhnya akan mengeluarkan energi tertentu dan pikirannya akan memancarkan gelombang tertentu. Pancaran energi tubuh dan gelombang pikiran inilah yang seringkali mengundang datangnya mahluk halus kepada seseorang, walaupun kedatangannya itu tidak sengaja diundang.
Mahluk halus sering datang kepada manusia, walaupun seringkali tidak disadari, apalagi kepada orang-orang yang sering khusyuk berdoa, wiridan, dsb, yang dalam keadaan itu tubuh dan pikirannya mengeluarkan gelombang energi tertentu yang dapat mengundang datangnya sesosok mahluk halus yang kemudian akan mendampinginya menjadi khodamnya, bisa juga masuk ke dalam badan / kepalanya. 
Yang perlu diwaspadai adalah efek pengaruh keberadaannya.
Jika itu dari golongan yang baik, mungkin kita bisa lebih merasa lega, tidak perlu terlalu was-was.
Tapi jika itu adalah dari golongan yang tidak baik, seharusnya kita berwaspada dan melakukan pembersihan gaib, kalau bisa. Jenis golongan hitam dan sukma manusia jahat akan cenderung menyesatkan manusia, apalagi jika si manusia kerap memuliakan dirinya sendiri sebagai mahluk Tuhan yang mulia, atau ia kuat mengejar keduniawian.
Untuk belajar mencaritahu apakah sesosok gaib adalah dari jenis golongan putih ataukah hitam bisa diketahui salah satunya dengan cara yang serupa dengan menayuh keris seperti dicontohkan dalam tulisan berjudul  Ilmu Tayuh Keris. Di dalam tayuhan mahluk halus golongan hitam biasanya akan mengakui bahwa dirinya adalah golongan hitam, tetapi jenis sukma manusia jahat biasanya tidak akan mengakui, malah akan menyesatkan tayuhan kita.
Atau dengan latihan olah rasa seperti dalam tulisan berjudul  Olah Rasa dan Kebatinan
Mahluk halus golongan hitam belum tentu energinya negatif. Yang golongan putih belum tentu energinya positif.
Mahluk halus golongan hitam pada rasa energinya kita akan bisa merasakan adanya hawa jahat, kebencian dan kelicikan (tipu muslihat). Tetapi pada jenis sukma manusia jahat biasanya kita tidak bisa merasakan itu pada energinya. Kita akan lebih banyak berpegang pada ketajaman insting dan naluri untuk bisa mendeteksi apakah mereka sebenarnya termasuk jenis yang jahat.
Dalam kita latihan olah rasa sebaiknya jangan hanya kita tujukan pada keinginan untuk bisa merasakan / melihat sosok-sosok gaib mahluk halus / khodam saja, tapi dimatangkan untuk bisa juga mendeteksi rasa energi dan watak mahluk halusnya.

Misalnya dari rasa energinya kita perkirakan sifat energinya, apakah mengandung hawa kekerasan, kekuatan, kegagahan, keteduhan, keceriaan, dsb, sehingga juga akan bisa dikira-kira tuahnya, apakah untuk kewibawaan, kekuatan, kekerasan dan penjagaan gaib, ataukah untuk pengasihan, kerejekian, penglarisan, kesepuhan, dsb,
Dari rasa energinya juga bisa diperkirakan apakah energinya itu bersifat positif bagi manusia ataukah negatif (apakah selaras dengan energi tubuh manusia, ataukah malah bisa mengganggu kesehatan / pikiran).
Nantinya kita juga akan bisa membedakan rasa energi dan perwatakan mahluk halus / khodam golongan putih dengan yang dari golongan hitam. Pada mahluk halus yang golongan hitam kita akan bisa merasakan adanya hawa jahat, kebencian dan kelicikan (tipu muslihat jahat).

Mahluk halus golongan putih tidak bergaul / berkomunitas dengan yang dari golongan hitam, sehingga jika seseorang mendapatkan khodam pendamping baru dari jenis golongan hitam, maka akan bisa dipastikan bahwa semua jenis khodam golongan putih yang sebelumnya sudah dimilikinya, yang seharusnya menyatukan diri dan mendampinginya, kemudian akan pergi semua, tidak akan mau lagi menyatukan diri dan mendampinginya, bukan hanya khodam keris jawa, tapi juga khodam batu akik dan mustika dan khodam ilmu / pendamping. Bahkan bisa jadi semua benda gaib yang dipakainya atau yang dibawanya, seperti cincin batu akik dan mustika, juga akan menjadi kosong isi gaibnya (khodamnya pergi). Penyebabnya adalah selain karena mahluk halus dari golongan putih tidak mau berdekatan / bergaul / campur dengan yang dari golongan hitam, juga karena mahluk halus yang dari golongan hitam itu mengambil alih semua peranan dari khodam yang lain (multi fungsi), sehingga ia akan menjadi satu-satunya tempat bergantung si manusia. Dan mungkin juga semua benda-benda gaib yang sudah kosong isinya itu kemudian akan diisi oleh khodam lain yang juga golongan hitam, sehingga keampuhan keilmuan orang itu akan menjadi terasa semakin baik.

Kalau ada sesosok halus datang bukan untuk menyerang, tetapi untuk mengikut kita, apalagi kalau sosok halus itu datang karena terpanggil oleh adanya doa-doa atau amalan kita, maka khodam-khodam pendamping kita biasanya tidak akan melarangnya. Tetapi, kalau yang datang itu ternyata adalah dari golongan hitam, maka khodam-khodam kita yang golongan putih kemudian akan mundur semua dan pergi, karena mereka tidak mau bersama-sama / berdekatan dengan yang golongan hitam. Karena itu kalau kita sudah mempunyai khodam pendamping, golongan putih, sebaiknya disugestikan untuk memberikan pagaran gaib positif dan disugestikan mengusir semua mahluk halus yang dari golongan hitam dan berenergi negatif, apapun tujuannya datang.
Ada juga orang / spiritualis yang khodamnya adalah dari jenis golongan hitam. Biasanya spiritualisnya itu ampuh ilmunya, dan khodamnya ampuh untuk semua urusan gaib. Tetapi jika khodamnya itu digunakannya untuk ilmu penarikan gaib, maka bisa dipastikan bahwa semua benda gaib yang ditariknya, baik mustika maupun pusaka, akan kosong isinya, bendanya akan kosong tidak berkhodam, karena khodam benda gaib tarikannya itu tidak mau berdekatan dengan khodam orang tersebut yang dari golongan hitam. Atau bisa jadi semua benda-benda tarikannya itu di dalamnya menjadi berkhodam golongan hitam juga. Jika orang itu memberikan / menurunkan / mentransfer suatu ilmu / khodam kepada orang lain, maka kemungkinan besar orang lain itu akan juga berkhodam golongan hitam (dan terasa ilmunya ampuh).
Mahluk halus golongan hitam dan abu-abu banyak juga yang membangun komunitas di tempat-tempat orang "ngalap berkah", tempat orang menuntut pesugihan (kekayaan, kepangkatan, jabatan, karir, dsb) dan di tempat orang menuntut ilmu kesaktian (ngelmu gaib). Sebagian anggotanya, bangsa jin atau dhanyang, ada yang ditugaskan untuk mencari "pengikut baru". Ada di antara mereka yang mengikut kepada orang-orang yang datang ngalap berkah ke tempat itu (menjadi khodamnya), atau mengikut kepada orang lain yang tekun berdoa, ada juga yang mengikut manusia dengan menjadi khodam dari benda-benda gaib. Biasanya orang-orang yang diikutinya akan merasakan dirinya banyak keberuntungan, banyak keinginannya yang terkabul, atau ilmunya ampuh bertuah, tetapi sesuai status mahluk halus khodamnya itu yang golongan hitam penghuni tempat ngalap berkah, nantinya si manusia, selain akan mereka sesatkan, juga akan menjadi tumbalnya, arwahnya nantinya akan dibawa ke tempat mereka.
Ada juga kasus yang orang datang kepada seorang spiritualis meminta ilmu gaib dan kesaktian, atau jasa penglarisan, perbaikan rejeki, kekayaan atau untuk menaikkan wibawa / pangkat / karir, atau kejayaan duniawi lainnya. Kadangkala ada spiritualis yang khodam ilmunya berasal dari tempat-tempat orang ngalap berkah / ngelmu gaib. Dengan demikian walaupun orang kliennya itu tidak datang dan tidak mencari pesugihan ke tempat-tempat pesugihan, hanya datang berkonsultasi saja kepada seorang spiritualis, tetapi karena khodam sang spiritualis untuk jasa yang dimintanya itu terkait dengan tempat-tempat ngalap berkah / ngelmu gaib bisa saja orang si klien itu kemudian akan juga berkhodam golongan hitam yang adalah transfer ilmu / jasa dari spiritualisnya. Biasanya ilmu / jasa dari spiritualis itu sangat ampuh bertuah menaikkan kemuliaan si klien sesuai jasa yang dimintanya, menjadikan si klien makmur berkelimpahan dari naiknya karir, pangkat dan jabatan atau majunya usahanya, dan ilmunya ampuh terasa. Tetapi sesuai asal-usul khodamnya itu yang berasal dari tempat-tempat ngalap berkah / ngelmu gaib, maka jasa yang dimintanya itu sama saja statusnya dengan pesugihan, yang nantinya orangnya akan menjadi tumbalnya atau sesudah meninggalnya arwahnya akan dibawa ke tempat-tempat pesugihan itu.
Seringkali kepemilikan sebuah benda gaib berkhodam atau jimat merupakan suatu kebanggaan bagi pemiliknya. Begitu juga dengan keberadaan khodam pendamping, walaupun keberadaannya tidak dengan sengaja diundang. Seseorang juga kadang merasa senang dan bangga, bila ada orang yang bisa melihat gaib mengatakan bahwa ada sesosok gaib yang mendampinginya, menjaganya, dsb.
Tetapi sebaiknya jangan kita terdorong memiliki banyak khodam dan benda-benda berkhodam, karena dengan begitu sama saja kita mengumpulkan mahluk halus. Satu hal yang perlu diwaspadai, sebaiknya diperhatikan, apapun jenis gaibnya, bila khodamnya itu berasal dari golongan hitam, entah gaibnya itu beragama ataupun tidak, pasti akan menyesatkan jalan pikiran manusia dan pasti  akan menyulitkan proses kematian seseorang.

Selain mahluk halus golongan hitam yang keberadaannya adalah khodam keilmuan gaib kita, mahluk tersebut bisa juga terpanggil datang karena adanya wiridan amalan / doa kita. Seringkali terjadi pada orang-orang yang tekun dan khusyuk berdoa mendekatkan diri kepada Tuhan, meminta rejeki atau kesaktian, apalagi pada orang-orang yang kuat doanya karena kondisi yang terpaksa. Sesudahnya orang tersebut merasakan omongannya ampuh bertuah, kata-katanya manjur selalu terjadi, atau rejekinya bukan hanya membaik, tapi meningkat drastis dan selalu ada keberuntungan. Kondisi yang seperti itu sebaiknya dicermati, apakah semua kesaktian, keberuntungan dan ampuhnya ilmunya itu berasal dari adanya sesosok khodam golongan hitam.

Kadangkala khodam ilmu dari golongan putih tidak mau menjalankan perintah seseorang untuk melakukan perbuatan yang tidak baik atau perbuatan yang dianggapnya "berlebihan" (karena sosok halus itu mempunyai kaidah kepantasan sendiri), sehingga orang tersebut merasa ilmu dan khodamnya tidak ampuh. Kebalikannya dengan khodam ilmu dari golongan hitam, mereka tidak peduli apakah tugas dan perbuatan mereka itu adalah jahat, baik atau tidak baik. Selama mereka bisa memuaskan tuannya, bisa melakukan semua perintah tuannya, menjadikan tuannya merasa ilmunya / khodamnya ampuh, tuannya bergantung pada keampuhan kerja mereka, maka mereka merasa keberadaan mereka bersama si manusia sangat dibutuhkan dan mereka akan terus menunjukkan kerja yang lebih.
Melebihi mahluk halus dari golongan putih, yang dari golongan hitam akan menunjukkan unjuk kerja yang lebih, lebih ampuh tuahnya, bahkan mereka akan tetap bekerja walaupun tidak diperintah. Banyak mahluk halus golongan hitam, dalam bentuk khodam ilmu / pendamping ataupun jimat seseorang, seringkali dengan sengaja menyesatkan manusia dengan menciptakan kejadian-kejadian yang menyebabkan manusia tuannya merasa ilmu / jimatnya atau khodamnya ampuh atau merasa hidupnya penuh keberuntungan, atau merasa doa-doanya selalu dikabulkan Tuhan. Bahkan ada di antara mereka yang sengaja mendatangkan uang tunai atau makanan atau benda-benda pusaka dan jimat secara gaib kepada tuannya, atau sengaja mengalirkan rejeki dari orang lain yang datang. Banyak juga yang dengan sengaja menciptakan "keberuntungan" dalam kejadian kecelakaan, tuannya itu selamat, tetapi orang lain yang bersamanya celaka. Itu adalah kejadian-kejadian yang kejadiannya sebenarnya disengaja (direkayasa) oleh khodamnya itu. Bahkan bila ada orang lain yang bersikap negatif atau mencemooh si manusia tuannya, banyak di antara mereka yang mencelakakan atau membunuh orang tersebut, diluar sepengetahuan tuannya. Bahkan bila orang itu bertengkar dengan istri atau anaknya, kadangkala istri dan anaknya itupun bisa menjadi korban, karena khodamnya itu menganggap mereka sebagai manusia yang mengganggu / menyalahi tuannya itu.
Fenomena-fenomena di atas banyak terjadi pada orang-orang tertentu yang memiliki keilmuan tertentu, atau pada orang-orang tertentu yang mengamalkan suatu amalan gaib pribadi atau doa pribadi, yang kemudian tanpa disadarinya perilakunya mengundang datang sesosok khodam pendamping dari golongan hitam. Kejadian ini banyak terjadi pada orang-orang yang sangat tekun mewirid suatu amalan keilmuan atau sangat tekun berdoa memohonkan rejeki, apalagi dalam kondisi yang terpaksa. Bisa juga terjadi pada jenis jasa spiritualis yang kita mintakan tuahnya untuk keberuntungan / kekayaan. Pada orang-orang itu, khodam yang dari golongan hitam akan bekerja "lebih", sehingga terkesan ilmunya ampuh atau orangnya menjadi penuh dengan keberuntungan. Malahan tanpa diminta pun khodamnya akan bekerja untuk memenuhi kepentingan tuannya, apalagi kalau sengaja diperintahkan untuk itu. Kejadian-kejadian di atas jarang terjadi pada orang-orang yang berkhodam golongan putih, karena khodam-khodam golongan putih biasanya memiliki kaidah kepantasan sendiri atas perilaku dan perbuatannya.
Orang-orang yang memiliki khodam gaib dari golongan hitam, dalam bentuk benda-benda gaib maupun khodam ilmu dan khodam pendamping, biasanya orang-orang tersebut akan mendapatkan banyak "keberuntungan". Biasanya khodamnya bersifat multi fungsi, khodamnya akan melakukan apa saja untuk menyenangkan tuannya, walaupun tidak diminta dan tidak dibacakan amalan gaibnya. Khodamnya itu akan mendatangkan banyak keberuntungan kepada tuannya, menjadikan tuannya selalu beruntung, rejeki lancar mengalir, kaya raya, usahanya maju, karirnya tinggi, selalu mendapatkan apa yang diinginkannya, selalu selamat dalam kecelakaan dan marabahaya, menjadikan ilmu tuannya ampuh (apalagi jika orangnya menjadi spiritualis atau praktisi ilmu gaib), dan akan "menghukum" orang-orang yang tidak suka atau menyalahi tuannya.
Tanda-tanda di atas bisa dijadikan petunjuk untuk kita berwaspada. Sekalipun seseorang tidak memiliki keilmuan tertentu, tidak pernah belajar keilmuan gaib, tetapi ia akan dapat merasakan bahwa ada "sesuatu" yang ampuh yang selalu menjaga dan melindunginya dan memberinya keberuntungan.
Orang-orang yang sudah merasakan khodamnya "ampuh" seperti di atas biasanya akan syok atau marah bila khodamnya itu dikatakan golongan hitam, dan akan merasa berat dan tidak akan rela kalau harus melepaskan khodamnya atau benda gaibnya itu. Dengan demikian secara psikologis orang itu sudah masuk terjerumus ke dalam perangkap penyesatan khodamnya itu. Bahkan ada juga orang yang menganggap khodamnya itu sebagai "pemberian" Tuhan, karena khodamnya itu bersikap "baik", menjaga dan melindunginya dan selalu memberinya "berkah" dan keberuntungan, apalagi jika yang diamalkannya adalah doa / amalan bernuansa agama.

Bila mahluk halus merasa sudah membantu manusia, maka si manusia 'harus' memberikan 'sesuatu' sebagai upahnya (sesaji) karena mereka sudah 'bekerja'.  Bila tidak diberikan, maka si manusia akan mendapatkan beberapa 'teguran', yang bentuknya bisa berupa sakit-penyakit, naas, kesialan, atau pertengkaran keluarga. Tetapi tuntutan upah yang tidak diterima oleh bangsa jin golongan hitam, akibatnya bagi manusia lebih menyakitkan.
Teguran dan hukuman yang diterima manusia dari mahluk halus golongan hitam biasanya lebih berat dan lebih menyakitkan dibandingkan teguran yang diterima manusia dari mahluk halus golongan putih. Selain yang berupa sakit / penyakit, naas, kesialan, atau pertengkaran keluarga, pancaran energi negatif teguran mereka, selain mengganggu secara psikologis, juga bisa menyebabkan sel-sel tubuh manusia yang positif berubah menjadi bersifat negatif dan yang sudah menjadi negatif akan memakan yang positif dan merubahnya menjadi negatif juga (bisa mengakibatkan penyakit kanker / tumor, kanker otak, kanker rahim, kista rahim, kerusakan organ ginjal, liver, jantung, dsb). Banyak juga teguran mereka yang berupa kematian. Bila sosok gaib tersebut adalah khodam pendamping seseorang, hukuman itu seringkali tidak ditujukan kepada orang tersebut, tetapi kepada orang-orang terdekatnya, kepada anggota keluarganya yang lain, bisa orang tua, istri / suami, anak-anak dan anak di dalam kandungan. Mahluk halus golongan hitam tidak mengenal batasan kepantasan atas perbuatan-perbuatan mereka.
Ini adalah salah satu perbedaan sifat dasar mahluk halus dengan sifat dasar manusia. Manusia dapat berubah menjadi baik dan berbudi pekerti setelah mengenal agama dan Tuhan  (walaupun banyak juga manusia yang tekun beragama dan beribadah, tetapi perilakunya tidak menunjukkan budi pekerti dan akhlak yang baik).
Mahluk halus yang sudah "diagamakan", sifat dasarnya akan tetap sama sesuai aslinya. Hanya saja selama manusia yang meng-agama-kan mereka masih hidup, mereka akan menunjukkan perilaku rajin beribadah. Tetapi ketika manusia itu sudah meninggal, berarti mereka telah terbebas dari kungkungan manusia tersebut. Terserah mereka apakah akan tetap menjadi baik ataukah kembali menjadi jahat (ada juga dari mereka yang menyerang balik dan menyiksa roh / arwah orang tersebut sesudah meninggalnya sebagai pembalasan dendam).

Bila kita menyebutkan adanya Tuhan yang menjadi penguasa atas seluruh kehidupan, termasuk berkuasa atas kehidupan mahluk halus, mereka tidak akan percaya, karena sebagai sesama mahluk gaib mereka akan mencari keberadaan Tuhan yang dikatakan juga bersifat gaib. Tetapi karena si manusia tidak bisa menunjukkan keberadaan Tuhan, sehingga mereka tidak dapat menemukan Tuhan, dan kekuasaan Tuhan juga tidak dirasakan dalam sehari-harinya mereka, maka mereka tidak akan percaya bahwa Tuhan benar ada, kecuali kita bisa menunjukkan keberadaan-Nya supaya mereka bisa pergi mencari dan menemukanNya, kemudian percaya dan ikut menyembahNya. Dalam kondisi yang seperti itu agama bagi mahluk halus seringkali hanya menjadi simbol saja dan menjadi suatu hal yang bersifat pemaksaan (begitu juga sering terjadi di dunia manusia).
Beragama ataupun tidak, yang perwatakannya berkuasa, akan tetap memaksakan kekuasaannya kepada yang lebih lemah dan menindas. Yang suka berbuat jahat akan tetap berbuat jahat. Yang suka usil dan mengganggu akan tetap berbuat usil dan mengganggu. Tetapi pengertian keagamaan pada mahluk halus bergolongan putih akan dapat menambah kebijaksanaannya.
Mahluk halus dari golongan putih, diagamakan ataupun tidak, sifat dasarnya akan tetap sama, yaitu tidak berkecenderungan jahat. Pengenalannya pada agama dapat menambah kebijaksanaannya dan membuatnya semakin baik, sehingga dapat lebih mengenal budi pekerti dan kesusilaan.

Mahluk halus dari  golongan hitam  dan  abu abu , yang watak dasarnya berkecenderungan jahat, diagamakan ataupun tidak, sifat dasarnya akan selalu tetap, yaitu berkecenderungan jahat. Mereka tidak mengenal akhlak yang baik, karena dunia mahluk halus tidak sama dengan dunia manusia. Yang mereka lakukan hanyalah sebatas menjalankan tata laku ibadahnya saja sesuai yang diperintahkan kepada mereka tanpa ada perubahan pada budi pekerti mereka. Justru pengetahuan agama itu seolah-olah menjadikan mereka seperti memiliki "ilmu" baru, memiliki kekuatan baru, sehingga pada saat mereka ber-'ulah'  dan manusia ingin mengusir mereka, mereka tidak lagi mempan dibacakan ayat-ayat suci, tidak lagi merasa 'panas' mendengar suara adzan, malahan mereka dapat mengajari manusia bagaimana caranya membaca ayat-ayat suci, dan selain tetap menyesatkan, mereka juga mentertawakan manusia karena kebodohannya sendiri, karena telah mengajarkan mereka "ilmu".

Aturan dan hukum di dunia mahluk halus hanya ada di wilayah dan di lingkungan komunitas mahluk halus yang di dalamnya ada sosok penguasanya. Komunitas itu bisa berupa perkumpulan biasa saja atau kerajaan mahluk halus. Di luar itu kondisinya sama saja seperti di dunia manusia di tempat-tempat dimana tidak ada aturan yang mengikat, dan tidak ada orang yang menjadi penguasa dan menegakkan hukum. Yang perilakunya baik akan kelihatan baik, yang jelek akan kelihatan jelek. Dunianya penuh dengan kekerasan, sehingga orang-orangnya juga akan berkarakter keras dan tidak segan-segan untuk bertindak keras. Kekuatan (senjata dan kesaktian) akan menjadi sesuatu yang utama harus dimiliki.
Dunia dan kehidupan mahluk halus berbeda dengan dunia dan kehidupan manusia. Para mahluk halus, selain sukma manusia dan dewa, tidak mengenal budi pekerti dan akhlak yang baik seperti di dunia manusia. Kehidupan mereka sangat bergantung pada kekuatan dan kekuasaan. Mereka bebas berbuat apa saja, karena tidak ada hukum, penguasa dan penegak hukum yang harus mereka patuhi, kecuali hukum dan aturan yang ditetapkan oleh atasan mereka dan mahluk halus lain yang lebih berkuasa yang harus mereka patuhi. Berkelahi dan bertarung adu kekuatan dan menindas yang lemah adalah hal yang biasa bagi mereka. Karena itu yang lemah harus mengalah dan mengikut kepada yang kuat atau menyingkir supaya tidak menjadi korban.

Nyawa manusia tidak penting bagi mereka. Apapun perbuatan mereka dan akibatnya terhadap manusia, tidak penting bagi mereka. Semua akibat perbuatan mereka terhadap manusia berupa sakit / penyakit, keguguran kandungan, bayi meninggal di dalam kandungan, bayi lahir cacat, sakit jantung, buang-buang air, kanker otak, kanker rahim, gagal ginjal, gagal jantung, kecelakaan, bahkan kematian, tidak penting bagi mereka. Sama dengan kondisi bahwa manusia juga tidak menganggap penting nyawa seekor ayam, kambing, cicak, kucing, anjing, dsb, dan membunuhi hewan yang dianggap mengganggu seperti kecoa, tikus, ular, semut, nyamuk, dsb, adalah hal yang biasa, bukan sesuatu yang jahat.

Ada manusia yang jahat atau suka iseng, menjepret cicak, mengikat burung, capung, menembaki burung, menyakiti kucing / anjing, dsb. Begitu juga halnya para mahluk halus, ada yang suka mengganggu, usil / jahil, menakut-nakuti, mencelakakan atau bahkan membunuh manusia.

Semakin jahat watak mahluk halus, keberadaannya akan menyesatkan dan semakin membahayakan manusia.
Semakin tinggi kekuatan mahluk halus, semakin fatal akibat perbuatannya bagi manusia.

Manusia cenderung untuk tidak berhati-hati, karena manusia meremehkan pengaruh keberadaan mereka, atau menjauhi mereka karena dorongan agama, atau karena memaksakan rasionalisasi sikap berpikir manusia yang tidak mau menghubung-hubungkan semua kejadian di dunia manusia dengan keberadaan mahluk halus. 
Meskipun sekarang ini sudah jaman modern, bukan berarti kejadian supranatural dan para mahluk halus itu menghilang dengan sendirinya tidak ada lagi. Di negara-negara yang sudah modern pun selalu saja ada kejadian-kejadian supranatural atau sakit-penyakit yang sumber penyebab awalnya adalah interaksi / perbuatan mahluk halus, walaupun manusia tidak mengakuinya. Baik kita percaya ataupun tidak, mereka tetap ada, hanya interaksinya dengan manusia saja yang terasa berkurang.

Pembersihan gaib menggunakan minyak jafaron ini hanya efektif digunakan terhadap mahluk halus golongan hitam dan yang berenergi negatif saja dari jenis gaib selain yang berasal dari sukma manusia (arwah, pocong, siluman) jika ada di antara mereka yang dirasakan mengganggu.


Penekanan penggolongan putih dan hitam di atas ada pada pembedaan sifat perwatakan mahluk halusnya apakah dominan bersifat jahat / mencelakakan dan menyesatkan ataukah tidak.

Sekalipun banyak orang bisa melihat gaib, sekaligus juga ahli dalam hal agama, tetapi jarang sekali ada yang mampu mengenal dan membedakan karakteristik perwatakan mahluk halus apakah dari golongan putih ataukah hitam dan menilai pengaruh / akibat perbuatan mereka terhadap manusia. Tentang mahluk halus yang menyesatkan, yang mencelakakan, setan dan iblis, kebanyakan hanya menjadi cerita saja dalam dunia kerohanian / agama, tetapi tidak banyak orang yang mampu mengimplementasikan pengetahuannya tentang setan dan iblis dalam dunia nyata.

Cerita mengenai mahluk halus golongan putih dan hitam ini sebagian terkait dengan pandangan orang dalam beragama. Jika ada perbedaan pendapat mengenai yang golongan putih dan hitam ini sebaiknya dibuktikan sendiri kebenarannya, jangan hanya mendasarkan pendapat pada dalil dan dogma agama, karena seringkali yang terjadi secara nyata tidak semuanya tertulis di dalam kitab suci agama dan kitab suci agama juga tidak menuliskan semuanya itu.

Ada jenis mahluk halus yang disebut  iblis  yang ceritanya dalam kitab suci dulu sudah menyesatkan Adam dan Hawa, yaitu yang sosok aslinya seperti ular tanah berwarna hitam dengan panjang tubuh + 2 meter. Sosok halus ini beraura hitam dan kelicikannya luar biasa. Sekalipun tingkat kekuatan dan kesaktiannya rendah, biasanya hanya antara 1 - 5 kalinya kekuatan gaib mustika merah delima, tetapi ia tidak takut dengan lawan yang kekuatannya lebih tinggi, karena ia bisa menggerakkan teman-temannya yang juga beraura hitam dan berkesaktian tinggi untuk membantunya. Karena kekuatannya tidak cukup tinggi, maka kelicikannya adalah senjata utama yang diandalkannya. Waspadalah bila anda menemukan sosok gaib jenis ini.

Selain yang berwujud ular di atas, ada banyak mahluk halus iblis yang sosoknya seperti manusia, tubuh dan wajahnya seperti manusia, tetapi memiliki tanduk di kepalanya. Biasanya sosoknya tinggi besar lebih dari 2 meter. Badannya kekar bertelanjang dada seperti manusia. Badan dan wajahnya biasanya hitam gelap atau coklat kemerahan. Kesaktiannya ada yang tinggi, ada juga yang rendah.

Tentang khodam/entitas yang di isikan ke benda/tubuh yang dalam istilah modern conjuration, itu kembali kepada si conjur nya... tapi yang pasti si conjurer yang baik pastinya sudah menyelaraskan energi khodam dengan si manusianya sehingga tidak akan bersifat negatif atau mengganggu namun sebaliknya malah  membantu si manusia karena memang si khodam nya sendiri yang ingin membantu manusia dengan perantara penghulu yaitu si conjurer.

Intinya MAhluk halus yang harus di waspadai adalah setan dan Iblis


Semoga tercerahkan

Wassalam ....

PENGGOLONGAN MAHLUK HALUS




Secara umum orang-orang awam maupun paranormal dan praktisi supranatural menyebut nama jenis mahluk halus berdasarkan penampakan sosoknya, misalnya semua sosok hitam besar berbulu di sekujur tubuhnya disebut gondoruwo. Atau yang bersosok ular disebut siluman. Atau yang bersosok perempuan berjubah putih panjang sampai ke tanah disebut kuntilanak. Tetapi seringkali penyebutan jenisnya berdasarkan sosok-sosok tersebut tidak selalu tepat, karena banyak mahluk halus yang sosoknya serupa, tetapi sebenarnya dari jenis yang berbeda.

Begitu juga terjadi di dunia manusia, misalnya manusia mengelompokkan jenis binatang berdasarkan anatomi tubuhnya, misalnya singa, harimau, phanter, macan tutul, macan kumbang, dsb, dikelompokkan sebagai jenis "kucing besar", walaupun perwatakan mereka sama sekali tidak mirip dengan kucing. Yang wataknya bisa dikategorikan mirip dengan kucing mungkin hanya hewan-hewan seperti cheetah, kucing hutan dan kucing gunung.

Berdasarkan hemat penulis, seringkali sikap berpikir dan generalisasi pengelompokkan mahluk halus berdasarkan sosok wujudnya, selain tidak selalu tepat, juga dapat menjadi kendala yang jika terjadi masalah dengan suatu mahluk halus tertentu menyebabkan penanganannya menjadi sulit, bahkan keliru.

Ada beberapa kriteria dasar pengertian yang Penulis gunakan dalam menilai mahluk halus untuk membedakan jenis-jenisnya, karakternya dan tentang pengaruh keberadaannya masing-masing terhadap manusia. Diperlukan suatu kemampuan kebatinan - spiritual khusus untuk dapat melakukan pembedaan ini ketika kita menemukan sesosok mahluk halus tertentu, sehingga mungkin apa yang Penulis tuliskan disini akan berbeda sekali dengan pengertian orang-orang lain pada umumnya.

Penulis membuat penggolongan besar mahluk halus bukan sekedar berdasarkan penampakkan sosok wujudnya saja seperti yang sudah diungkapkan dalam tulisan :  Hakekat Wujud dan Watak Mahluk Halus,  tetapi juga berdasarkan pandangan dari sisi asal-usulnya, sifat energinya, sifat pengaruh energinya dan 'rasa' energinya, dan penilaian atas karakter dan perwatakannya yang merupakan bagian yang mendasar dari sisi kepribadian suatu mahluk halus yang akan membedakan antara suatu mahluk halus dengan mahluk halus lainnya, walaupun sosok wujudnya mirip.

Untuk belajar mendeteksi keberadaan mahluk halus, mencaritahu sifat perwatakannya, tujuan dan pengaruh keberadaannya, dapat dibaca dalam tulisan :  Olah Rasa dan Kebatinan  dan  Ilmu Tayuh / Menayuh Keris.


Berdasarkan kriteria penilaian di atas, terhadap masing-masing jenis mahluk halus dilakukan penggolongan yang akan membedakannya antara satu jenis dengan jenis lainnya, sehingga jenis kuntilanak, gondoruwo, peri, sukma / arwah, dsb, akan berbeda dengan jenis bangsa jin dan berbeda juga dengan jenis bangsa buto. Sehingga walaupun sosok wujud penampakan bangsa jin banyak yang mirip dengan sosok dan wujud mahluk halus lain, tetapi rasa dan sifat energinya berbeda, kekuatan dan karakternya juga berbeda, sehingga bisa diketahui bahwa walaupun sosok penampakannya sama, tapi sebenarnya mereka tidak sama, berbeda jenisnya.

Penulis melakukan pembedaan mahluk halus dengan penggolongan sbb :
 1. Penggolongan mahluk halus berdasarkan asal-usulnya.
 2. Penggolongan mahluk halus berdasarkan "rasa" energinya.
 3. Penggolongan mahluk halus berdasarkan sifat energinya.
 4. Penggolongan mahluk halus berdasarkan sifat pengaruh energinya.
 5. Penggolongan mahluk halus berdasarkan sifat perwatakannya.

Semua penggolongan itu menggunakan kriteria dasar yang kita sendiri akan bisa juga mempelajarinya dan kriterianya didasarkan juga dari sisi pengaruhnya masing-masing terhadap manusia.



 1. Penggolongan mahluk halus berdasarkan asal-usulnya

Berdasarkan asal-usulnya, semua mahluk halus dibagi dalam 2 kelompok pokok :

  Pertama  :  Makhluk halus yang aslinya adalah roh / sukma manusia.

  Kedua     :  Makhluk halus yang asli tercipta sebagai makhluk halus.


Yang termasuk dalam kategori pertama, yaitu makhluk halus yang aslinya adalah roh / sukma manusia, adalah arwah manusia, roh manusia yang moksa, roh sedulur papat, roh manusia yang merogoh sukma, pocong, dan bangsa siluman.

Bangsa siluman disini asal-usulnya adalah sukma manusia, yang karena sesuatu sebab, mungkin juga karena kutukan, setelah kematiannya kemudian wujud sukmanya berubah menjadi sosok lain yang tidak sama lagi dengan sosoknya dulu ketika masih hidup, atau mungkin karena kekuatan ilmunya, kemudian sifat energinya berubah menjadi seperti bangsa jin, yang tidak lagi sama dengan sifat energi sukma manusia pada umumnya (baca : Bangsa Siluman).

Yang termasuk dalam kategori kedua, yaitu makhluk halus yang asli tercipta sebagai makhluk halus, adalah jenis-jenis mahluk halus lain yang sejak awal memang sudah tercipta sebagai mahluk halus, yang aslinya tidak berasal dari manusia yang dulu pernah hidup, seperti bangsa kuntilanak, gondoruwo, jin, buto, bidadari, dsb.


Pembedaan asal-usul sesosok mahluk halus apakah aslinya berasal dari sukma manusia ataukah sebenarnya merupakan jenis mahluk halus yang lain adalah pembedaan yang bersifat sangat mendasar dan penting (sekaligus juga sensitif), karena terkait dengan rahasia kehidupan manusia yang sudah meninggal dan rahasia kehidupan manusia di alam roh.

Banyak tabir rahasia yang tidak terungkap mengenai kehidupan manusia sesudah kematiannya. Sekalipun sebenarnya banyak manusia yang bisa mengetahuinya, namun seringkali justru manusia sendiri yang menutup-nutupinya, ditambah lagi adanya pandangan yang dengan sengaja membelokkan pemahaman manusia dan menjadikannya tabu untuk dibicarakan, menyebabkan rahasia ini menjadi semakin tersamar, yang kemudian justru memunculkan banyak cerita mitos dan tahayul, pengkultusan dan syirik, yang tidak jelas kebenarannya. Padahal sebenarnya inilah hakiki dari semua kepercayaan kepada Tuhan.

Kesalah-pemahaman dan salah penafsiran tentang rahasia itu telah banyak menyebabkan manusia yang telah berada di alam roh merasa bingung mendapati kondisi yang tidak pernah terbayangkan semasa hidupnya dan sama sekali berbeda dari apa yang pernah diketahuinya. Adanya kekeliruan pemahaman dan salah penafsiran telah membelokkan manusia dari pemahaman yang benar, padahal nantinya semua manusia juga akan membuktikan sendiri kebenarannya, karena semua manusia juga nantinya akan berpindah ke alam roh, yang juga menyebabkan manusia yang masih hidup, sekalipun tekun beribadah dan merasa beriman, tidak akan pernah siap menerima kematiannya dan tidak tahu nantinya akan kemana.

Secara spiritual sesosok mahluk halus sukma manusia / arwah bisa ditelusuri hubungannya dengan seseorang (perihal garis keturunan seseorang dengan leluhurnya), sedangkan mahluk halus dari jenis lain secara umum tidak ada kaitan keturunan dengan manusia.


Upaya penggolongan-penggolongan yang lain di bawah ini akan semakin memperjelas perbedaan asal-usul suatu sosok mahluk halus apakah aslinya berasal dari sukma manusia ataukah sebenarnya merupakan jenis mahluk halus lain yang aslinya bukan sukma manusia.


 2. Penggolongan mahluk halus berdasarkan "rasa" energinya
Penggolongan mahluk halus berdasarkan rasa energinya ini dimaksudkan untuk kita mendeteksi keberadaan mereka dari keberadaan energi mereka, dengan cara merabanya dengan tangan atau mendeteksi menggunakan kepekaan rasa batin, dan juga untuk merasakan hawa / suasana yang ditimbulkan oleh adanya mereka, misalnya suasana teduh atau panas, angker atau wingit, damai atau menakutkan, dsb.
Dalam cara merasakan keberadaan sesosok mahluk halus dengan merasakan kehadiran energinya ini akan lebih baik bila kita sebelumnya menyalurkan energi kita ke tangan, sehingga sentuhan atau benturan energi yang terjadi akan lebih dapat dirasakan. Untuk belajar mempertajam kepekaan rasa pada tangan kita atau dengan menggunakan kepekaan rasa batin dapat dibaca di tulisan berjudul :  Olah Rasa dan Kebatinan.
Mahluk halus, selain sukma manusia, seperti jin atau gondoruwo, keberadaan energinya lebih terasa, lebih besar, tebal dan padat, diibaratkan seperti rasa ketika kita menggerakkan tangan di dalam air, lebih padat terasa. Hawanya ada yang terasa hangat, ada yang panas menyengat, ada juga yang dingin seperti uap es.
Makhluk halus yang merupakan roh / sukma manusia, keberadaan energinya, bila diraba dengan tangan, energinya sangat halus, hampir tidak terasa. Bisa diibaratkan kita menggenggam atau menangkap asap dengan tangan kosong, halus, hampir tak terasa. Bila terasa biasanya hanya seperti gerakan angin saja. Hawanya biasanya terasa hangat, tetapi ada juga yang dingin.
Bangsa siluman yang asal-usulnya adalah sukma manusia, bila yang berubah hanya wujudnya saja, maka sifat energinya masih sama dengan sukma manusia yang lain. Bila yang berubah adalah sifat energinya, maka bila keberadaan energinya kita rasakan dengan telapak tangan, maka rasanya tidak lagi seperti asap atau gerakan angin seperti umumnya sukma manusia, tetapi sama seperti bila kita merasakan keberadaan energi jin atau dedemit, yaitu lebih padat, lebih terasa, ibaratnya seperti menggerakkan tangan di dalam air.
Kita perlu mengenal sifat dan rasa energi masing-masing jenis mahluk halus. Masing-masing jenis mahluk halus memancarkan suatu rasa energi tertentu sesuai sifat energinya dan sesuai perwatakannya masing-masing. Misalnya, jenis kuntilanak atau gondoruwo memancarkan rasa energi sendiri-sendiri dan mempunyai kekuatan dan kepadatan energi sendiri-sendiri yang berbeda dengan jenis mahluk halus lainnya. Sehingga kalau ada bangsa jin yang sosoknya serupa dengan kuntilanak atau gondoruwo, kita akan bisa mengenali dengan rasa bahwa itu sebenarnya adalah bangsa jin, bukan kuntilanak atau gondoruwo, karena rasa energinya berbeda.
Semua kuntilanak atau gondoruwo kekuatannya dan sifat energinya sama sesuai jenisnya masing-masing. Jika ada sesosok halus lain, walaupun sosok wujudnya mirip, tetapi jika kepadatan energi dan kekuatannya berbeda, maka bisa dipastikan bahwa itu sebenarnya bukanlah jenis kuntilanak atau gondoruwo, walaupun sosoknya mirip.
Roh / sukma manusia biasanya energinya halus, tetapi tajam, sehingga kalau ada jenis bangsa jin, atau kuntilanak atau dhanyang yang menyamar sebagai sukma seseorang yang sudah meninggal, kita akan bisa mengetahui bahwa itu adalah tipuan, karena energi mereka lebih padat / tebal tidak seperti energi sukma manusia.
Dalam melihat gaib mungkin akan lebih baik kalau kita bisa meminta sosok halusnya untuk duduk atau berdiri di hadapan kita atau di samping kita untuk berkomunikasi, sehingga akan lebih jelas tampilan sosoknya dan lebih terasa hawa energinya, bukan hanya berupa gambaran sosoknya saja.
Energi suatu roh halus apakah terasa hangat, panas atau dingin, biasanya melambangkan juga perwatakannya.
Secara umum, hawa energi mahluk halus akan terasa hangat pada tangan kita.
Bila hawanya terasa panas, ini menggambarkan perwatakannya yang keras dan menonjolkan kewibawaan, sebagiannya juga emosional dan mudah marah. Sebaiknya kita berhati-hati bila berada di lingkungan gaib yang berhawa panas.
Bila hawanya terasa sejuk, ini menggambarkan perwatakannya yang bisa menahan diri, tidak mudah marah.

Bila hawanya terasa dingin seperti uap es, ini menggambarkan sosok gaibnya tidak mengedepankan emosinya, banyak yang lebih mengedepankan naluri / instingnya.

Hawa panas di atas tidak selalu menggambarkan perwatakan sosok gaib yang galak / ganas, tetapi lebih menggambarkan perwatakannya yang keras dan menonjolkan kewibawaan, tetapi sebagiannya memang juga emosional dan mudah marah.

Hawa dingin di atas juga bukan berarti menggambarkan perwatakan sosok gaib yang kalem / teduh, tetapi lebih menggambarkan perwatakannya yang tidak mengedepankan emosi, banyak yang lebih mengedepankan naluri / instingnya.

Banyak sosok gaib yang hawa energinya dingin seperti uap es, tetapi jauh lebih galak dan ganas dan jauh lebih berbahaya daripada yang hawanya panas. Contohnya adalah sosok-sosok gaib yang seperti macan kumbang (macan hitam), yang seperti ular, dan yang seperti ular naga jawa (berbadan dan berkepala seperti naga, tetapi tidak berkaki). Sosok-sosok itu biasanya jauh lebih ganas dan berbahaya daripada yang hawanya panas. Biasanya juga tidak emosional. Dari rasa / hawa energinya tidak terasa kondisi psikologisnya karena lebih mengedepankan naluri / instingnya yang sewaktu-waktu dapat menyerang tanpa ada sebab / alasan yang jelas.

Jadi dalam rangka mengenal kepribadian sesosok mahluk halus, selain hawanya, kita juga harus tahu dengan tepat sosok wujudnya, karena sosok wujudnya itu juga menggambarkan bentuk kepribadiannya.
Dari rasa energinya kita juga bisa membedakan apakah sesosok mahluk halus itu adalah arwah manusia ataukah roh lain seperti jin, dsb. Tetapi ini hanyalah patokan awal, tidak bisa dijadikan patokan mutlak, karena ada juga mahluk halus lain yang rasa energinya halus mirip seperti sukma manusia.
Masing-masing jenis mahluk halus mempunyai sifat dan kepadatan energi sendiri-sendiri. Misalnya roh sukma manusia keberadaan energinya terasa halus seperti hembusan angin saja. Jenis kuntilanak juga terasa halus, tetapi energinya lebih terasa dibanding sukma manusia. Keberadaan energi jenis gondoruwo lebih padat terasa daripada jenis kuntilanak dan menimbulkan rasa yang tidak baik untuk kesehatan manusia, seperti rasa udara / cuaca yang menyebabkan sakit panas dalam, nggreges-nggreges, dan keberadaannya di sekitar tempat tinggal manusia dapat menyebabkan manusia menjadi mudah sakit-sakitan, terutama anak-anak dan bayi.
Rasa keberadaan energi mahluk halus jenis buto mirip seperti rasa keberadaan energi gondoruwo, tetapi kadarnya jauh lebih padat dan bertekanan. Para mahluk halus, sekalipun tidak dapat melihat wujudnya yang buto setelah mereka merasakan adanya kehadiran buto dari rasa energinya, mereka akan segera menyingkir menyelamatkan diri, karena energinya sangat kuat dan terasa penuh dengan sifat adigang-adigung sok kuasa penuh hawa kekerasan.
Rasa keberadaan energi bangsa jin sangat bervariasi, lebih banyak dipengaruhi oleh perwatakannya yang keras atau lembut dan tingkat kesaktiannya. Yang perwatakannya keras / emosional keberadaan energinya akan lebih terasa daripada yang perwatakannya kalem / lembut. Semakin tinggi kesaktiannya pancaran energinya lebih besar dan lebih kuat, tetapi energinya itu semakin halus dan semakin sulit dirasakan (semakin sulit dideteksi). Semakin tinggi kesaktiannya penampakan wujudnya juga semakin sulit dilihat (dimensi gaibnya semakin tinggi), sehingga secara umum bangsa jin yang kesaktiannya tinggi sulit sekali sosok wujudnya terlihat oleh manusia, bahkan keberadaannya terdeteksi saja tidak, sehingga jarang sekali ada manusia yang bisa melihat mereka, tetapi banyak orang yang sok tahu dan memunculkan dogma dan pengkultusan yang tidak benar, yang tidak sesuai kesejatiannya.
Mahluk halus bangsa dewa sangat sulit dirasakan kehadiran energinya, sangat halus, dan sangat sulit dilihat, bahkan para mahluk halus sendiri pun banyak yang tidak bisa melihat bangsa dewa, bahkan tidak menyadari keberadaan para dewa, walaupun ada dewa hadir di dekat mereka.
Secara alami aura energi masing-masing mahluk halus akan terpancar pada jarak tertentu sesuai kekuatan energinya. Pancaran energi ini akan dirasakan manusia sebagai penyebab rasa merinding takut, tetapi bagi yang pernah olah rasa atau melatih kebatinan tertentu pancaran energi mahluk halus dapat dirasakan berupa rasa sesak di dada pada jarak yang lebih jauh sebelum muncul rasa merinding.
Rasa merinding itu juga bisa dibedakan. Jika rasa itu berasal dari adanya sesosok bangsa jin biasanya rasa merindingnya terasa berat dan rasanya seperti "mencengkeram" dan ada juga yang sampai menyebabkan orang lemas ketakutan. Tetapi jika rasa itu berasal dari adanya sesosok sukma manusia biasanya rasa merindingnya hanya terasa tajam menusuk.

Secara alami pada umumnya jati diri dan keberadaan mahluk halus tidak ingin diketahui oleh manusia. Sosok-sosok halus yang menimbulkan rasa merinding itu adalah karena mereka dengan sengaja menunjukkan keberadaannya kepada manusia untuk maksud tertentu. Kalau tidak begitu maka keberadaan mereka tidak akan menimbulkan rasa merinding, mungkin terasakan saja tidak.

Biasanya semakin tinggi kekuatan gaib mahluk halus, walaupun pancaran energinya besar, tetapi pancaran energinya semakin halus dan semakin sulit dirasakan oleh manusia (juga semakin sulit dilihat) dan keberadaan sosok itu juga tidak menimbulkan rasa merinding, sehingga keberadaan mahluk halus yang kesaktiannya tinggi akan sangat sulit dideteksi keberadaannya oleh manusia. Kadangkala sesama mahluk halus pun tidak bisa melihat mahluk halus lain yang kekuatannya jauh di atasnya, tetapi masih bisa merasakan kehadiran energinya, sehingga bila mereka merasakan kehadiran energinya, maka mereka akan berhati-hati dan menyingkir.
Cara merasakan keberadaan sesosok mahluk halus dengan merasakan kehadiran energinya ini dapat dilakukan dengan merasakan getaran / setruman energinya di telapak tangan kita, akan lebih baik bila kita sebelumnya menyalurkan energi kita ke tangan, sehingga sentuhan atau benturan energi yang terjadi akan lebih dapat dirasakan. Untuk belajar mempertajam kepekaan rasa pada tangan kita dapat dibaca di : Olah Rasa dan Kebatinan
Selain belajar mempertajam kepekaan rasa di tangan kita, tulisan di atas juga memberikan tuntunan untuk kita belajar mempertajam kepekaan rasa batin, sehingga walaupun keberadaan sesosok mahluk halus tidak terasakan kehadiran energinya, dan tidak dapat dilihat dengan kemampuan melihat gaib, tetapi kita bisa mendeteksi keberadaannya dengan adanya rasa berat di dada pada jarak yang lebih jauh sebelum muncul rasa merinding.
Secara alami semua mahluk halus akan memancarkan suatu hawa / aura energi dari tempat keberadaannya masing-masing yang sesuai dengan sifat psikologis dan perwatakan mahluk halusnya. Bila kita sudah cukup peka rasa dan batin, kita akan dapat mengenali dari hawa / aura energinya itu apakah sesosok mahluk halus itu bersikap bersahabat atau tidak, sedang marah atau tidak, sedang sedih atau tidak, apakah sifat wataknya menonjolkan kesaktian dan kegagahan, apakah sifat energinya baik atau tidak untuk manusia, apakah keberadaannya berbahaya untuk kita, dsb.
Dan masing-masing rasa energi mahluk halus itu berbeda, rasa energinya berbeda antara sukma manusia, bangsa jin, kuntilanak, gondoruwo, buto, dsb, dan juga berbeda rasanya bila energi itu berasal dari adanya mustika dan pusaka di alam gaib bila ada keberadaannya di dekat kita, sehingga tanpa melihat sosok wujudnya, dari pengenalan rasa itu kita bisa mengenali sosok halus jenis apa yang ada di suatu tempat. Rasa energi itu akan terasa ketika kita datang / berada di suatu tempat sebagai rasa gaib dari suasana alam di tempat tersebut, sesudah itu barulah digunakan kemampuan melihat gaib untuk menegaskan sosok wujudnya seperti apa.



 3. Penggolongan mahluk halus berdasarkan sifat energinya 
Para mahluk halus dapat membuat suatu bentukan energi, yang dapat dijadikan perisai energi pagaran diri untuk perlindungan dan bertahan dari serangan mahluk halus lain, atau menyalurkan energinya untuk menyerang, atau untuk merubah penampilan wujudnya, atau untuk banyak tujuan yang lain.
Kemampuan para mahluk halus dalam membuat bentukan energi itu akan membedakan jenisnya bahwa mereka bukanlah roh manusia, karena roh manusia tidak dapat melakukan itu.
Secara umum dipahami bahwa sifat fisik mahluk halus adalah bersifat energi. Perbedaan sifat fisik energi ini akan membedakan antara mahluk halus yang adalah sukma manusia dengan mahluk halus lain yang bukan sukma manusia, walaupun menampakkan suatu sosok yang serupa. Sudah dituliskan dalam tulisan  Hakekat Wujud dan Watak Mahluk Halus  bahwa sosok wujud mahluk halus tidaklah menggambarkan kesaktiannya.

Selain yang sengaja disalurkan keluar tubuh, aura energi dari keberadaan sesosok mahluk halus juga akan terpancar dalam jarak tertentu yang akan dirasakan oleh manusia sebagai bersifat baik atau tidak baik, bersifat positif atau negatif, menyebabkan rasa tertekan di dada, atau menimbulkan rasa merinding. Jika si mahluk halus dengan sengaja membuat merinding manusia, bila asalnya dari jenis sukma manusia, maka rasa merindingnya hanya akan terasa tajam saja, tetapi jika asalnya dari jenis mahluk halus lain, selain merindingnya terasa tajam, juga akan memberikan rasa berat di dada (karena adanya tekanan energi mereka).


 4. Penggolongan mahluk halus berdasarkan sifat pengaruh energinya
  Penggolongan ini didasarkan pada pengaruh energi masing-masing mahluk halus terhadap manusia.

     1.  Golongan Berenergi Positif. 

Adalah golongan mahluk halus yang energinya selaras dengan energi tubuh dan psikologis manusia.
Jika manusia hidup berdekatan dengan mereka, manusia tidak akan mengalami gangguan kesehatan tubuh ataupun psikologis. Kedekatan manusia dengan mahluk halus tersebut mungkin malah dapat dirasakan menambah energi dan semangat hidup manusia. Tetapi walaupun begitu, bila mahluk halus tersebut "menempel" di tubuh manusia, biasanya si manusia akan merasakan sakit pegal-pegal di tubuhnya atau merasakan pusing ringan, karena tidak tahan dengan keberadaan energinya.
Jadi selama mahluk halus tersebut tidak menempel di tubuh manusia, manusia dan sang mahluk halus dapat hidup berdampingan.


     2.  Golongan Berenergi Negatif. 
Adalah golongan mahluk halus yang energinya tidak selaras dengan energi tubuh dan psikologis manusia (energinya bersifat negatif bagi manusia).
Walaupun hanya berdekatan dengannya, manusia dapat mengalami gangguan kesehatan tubuh ataupun psikologis, pengaruh energinya bisa menjadikan manusia mudah sakit-sakitan, atau memunculkan banyak sakit-penyakit atau menjadikan mudah marah dan bertengkar. Apalagi bila mahluk halus tersebut menempel atau berdiam di tubuh manusia, biasanya akan menjadikan si manusia mengalami sakit cukup berat atau mengalami sakit kepala berat.


Jadi manusia dan mahluk halus tersebut tidak dapat hidup berdampingan, apalagi kalau mahluk halus tersebut sampai menempel / bersemayam di dalam tubuh manusia.
Sebagai contoh, sudah biasa bila sebuah rumah atau di sekitarnya ada berpenghuni mahluk halus. Bila para mahluk halus tersebut energinya bersifat positif, maka manusia yang berdiam di rumah itu akan baik-baik saja. Bahkan mungkin ada mahluk halus yang pancaran energinya menjadikan manusia bersemangat dalam bekerja, menjadikan orang senang untuk datang berkunjung (dan menambah jumlah pengunjung warung / toko), mendatangkan suasana teduh, ceria, tenteram, dsb. 
Dalam batasan ini dianggap bahwa pengaruh energi keberadaan mereka itu bersifat positif bagi manusia dan manusia tidak perlu merasa takut atau terganggu dengan keberadaan mereka. Dan juga tidak perlu sampai mendatangkan orang pinter untuk melakukan pembersihan gaib, karena justru nantinya malah bisa merubah keseimbangan alam yang ada, atau dikemudian hari malah mengundang datangnya mahluk halus lain, yang mungkin ada yang bersifat negatif, untuk tinggal disitu. 
Tetapi bila di antara para mahluk halus tersebut ada yang berenergi negatif, walaupun mahluk tersebut tidak berniat dan tidak berbuat mengganggu ataupun menyerang, pancaran energi dari keberadaannya dapat berpengaruh negatif bagi manusia di rumah itu.
Contohnya adalah mahluk halus jenis dedemit gondoruwo, jenis bangsa jin yang sosoknya hitam tinggi besar, dan yang sosoknya putih, berwajah menyeramkan, matanya mendelik keluar dan kuku-kukunya panjang. Pengaruh negatif energinya terhadap manusia adalah menjadikan manusia sakit atau mudah sakit-sakitan, dari sakit kulit, masuk angin, pegal-pegal, mulas-mencret, sakit kepala sampai kanker atau yang penyakit lain yang sampai menyebabkan kematian, atau bisa menyebabkan keguguran dan kematian anak di dalam kandungan, atau jika ada jenis bangsa jin yang energinya berhawa panas akan menyebabkan manusia mudah marah dan bertengkar, tidak betah tinggal di rumah, malas bekerja, orang malas datang berkunjung, warung / toko sepi pengunjung, dsb.
Dari keterangan di atas dapat diketahui bahwa sakit-penyakit kulit, sakit perut mulas-mencret, meriang, kepala pusing, kanker / tumor, kanker otak, kanker rahim, kista rahim, kerusakan ginjal, liver, keguguran dan kematian anak di dalam kandungan, dsb, tidak semuanya awalnya semata-mata bersifat medis, dan kondisi manusia mudah marah dan bertengkar, tidak betah tinggal di rumah, malas bekerja, orang malas datang berkunjung, warung / toko sepi pengunjung, dsb, tidak semuanya bersifat psikologis asli manusia, karena asal-muasal penyebab terjadinya bisa juga adalah akibat dari pengaruh energi keberadaan sesosok mahluk halus, bisa sebagai efek dari keberadaan mahluk halus berenergi negatif di sekitar tempat tinggal si manusia, atau kepemilikan jimat dan benda gaib yang tidak baik isi gaibnya. 
Bila seseorang telah beberapa kali mengalami kejadian keguguran kehamilan, atau bayi meninggal di dalam kandungan, atau sering sakit-sakitan (terutama anak-anak), selain orangnya memeriksakan dirinya secara medis, perlu juga diperiksa kemungkinan adanya keberadaan mahluk halus berenergi negatif di lingkungan tempatnya tinggal.
Sakit manusia yang disebabkan oleh adanya mahluk halus di dalam tubuh manusia (ketempelan / kesambet / disantet), selain dapat diketahui dengan cara penglihatan gaib, juga dapat diketahui bila diraba / dipijat / diurut pada bagian yang sakit akan terasa ada hawa yang berbeda, atau ada rasa setruman listrik tipis, yang berbeda dengan bagian tubuhnya yang lain (bila tangan yang meraba cukup peka). Untuk melatih / belajar cara mendeteksinya silakan dibaca tulisan berjudul : Olah Rasa dan Kebatinan.
Penggolongan mahluk halus dari pengaruh energinya terhadap manusia, berpengaruh positif ataukah negatif, dapat dijadikan patokan untuk melakukan pembersihan gaib, yang dibersihkan hanyalah yang bersifat negatif saja terhadap manusia.
Pengertian tentang mahluk halus berenergi negatif di atas termasuk juga khodam jimat / benda gaib / pusaka dan khodam ilmu / pendamping yang berenergi negatif dan yang energinya berhawa panas. Atau juga yang semula normal, tetapi karena ada sugesti dari si manusia untuk kewibawaan / penundukkan, atau sugesti untuk keselamatan / penjagaan gaib yang sifatnya menyerang / agresif, maka kemudian khodam-khodamnya juga akan terpengaruh mengikuti isi sugestinya menjadi galak dan berhawa panas, yang akibatnya dapat merusak suasana nyaman dalam pergaulan / hubungan sosial, membuat pembeli enggan datang, membuat orangnya dijauhi, atau mengganggu jalan kerejekian dan hubungan kerja. Apalagi kalau orangnya juga sok berwibawa, perilakunya tidak bersahabat, atau menjadi temperamental mudah emosi.
Contoh lainnya yang energinya bersifat negatif terhadap kesehatan manusia adalah jenis halus sukma manusia yang tinggal bersemayam di tubuh manusia yang masih hidup, di dalam badannya atau di dalam kepalanya (ketempatan mahluk halus). Jika sukma manusia itu berdiam di dalam kepala, biasanya akan sering membuat kepala pusing, dan jika tinggal di dalam badan bisa membuat banyak organ dalam tubuh manusia yang ditempatinya rusak berat karena kebebanan energinya.

Ada sejenis bangsa jin yang sosoknya berbulu hitam tinggi besar yang sering sekali menjadi khodam ilmu / pendamping seseorang, atau menjadi penghuni benda-benda gaib dan jimat, perabotan, atau tinggal di rumah manusia. Penulis tidak menggolongkan jenis ini sebagai bergolongan putih atau hitam, tetapi sosok halus jenis ini berenergi negatif yang pengaruh energinya itu dapat memunculkan sakit-penyakit di tubuh manusia, apalagi jika ada sosok jenis ini yang tinggal bersemayam di dalam tubuh manusia yang dapat menyebabkan si manusia sampai mengalami gangguan kejiwaan.

Jenis bangsa jin hitam tinggi besar itu juga sebagian besar berintelijensi rendah yang sering dalam usahanya mencari tempat tinggal mereka masuk bersemayam di dalam tubuh manusia. Akibatnya, selain si manusia dapat mengalami gangguan kesehatan dan pikirannya, juga banyak yang sampai mengalami gangguan jiwa (gila).
Keberadaan mahluk halus tersebut di dalam tubuh atau di dekat manusia mungkin tidak berpengaruh negatif untuk yang sengaja dipasang sebagai khodam ilmu / pendamping, atau khodam benda gaib, karena mahluk halus itu sebelumnya sudah menyelaraskan dahulu energinya dengan energi si manusia. 
Tetapi jika jenis itu datang sendiri kepada manusia atau datang sendiri masuk menjadi "isi" benda gaib kita, kemungkinan besar ia masih dalam kondisi aslinya yang memancarkan energi negatif, sehingga si manusia tetap beresiko mendapatkan pengaruh negatif energinya terhadap kesehatan dan psikologisnya dan beresiko suatu saat khodam tersebut masuk bersemayam di dalam tubuhnya.
Jika sosok jin hitam itu menjadi khodam ilmu / pendamping manusia, keberadaannya itu dapat menjadi khodam bagi si manusia, tetapi sebagian besar nantinya akan menyulitkan dalam proses kematian si manusia.
Jika sosok jin hitam itu tinggal bersemayam di dalam badan manusia, keberadaannya itu dapat menjadi khodam kekuatan bagi si manusia, tetapi nantinya pasti akan menyulitkan dalam proses kematian si manusia.
Dalam kondisi aslinya memang sosok jin hitam besar itu berenergi negatif. Jenis itu bisa dengan mudah diusir hanya dengan mengoleskan minyak jafaron ke bendanya. Tetapi jika anda sudah mempunyai benda-benda gaib yang khodamnya adalah bangsa jin hitam tinggi besar tersebut, sebaiknya dicoba dulu bendanya / khodamnya diwiridkan amalan gaib yang sesuai dengan tuah yang anda inginkan, misalnya diwiridkan amalan gaib untuk tuah kekuatan badan, pengasihan, penglaris dagangan, dsb  (amalan gaibnya bisa dicari di internet).  Mudah-mudahan sesudah tersugesti mengikuti isi amalan gaibnya sosok hitam itu akan berubah karakter energinya, tidak lagi berenergi negatif seperti aslinya dan nantinya intelijensi mereka menjadi lebih baik sehingga tidak akan memberatkan dalam proses kematian manusia.
Tips lain. Jika anda mempunyai benda berkhodam semisal batu akik yang isinya bangsa jin berbulu hitam tinggi besar tersebut, jika benda itu bertuah biasanya tuah utamanya adalah untuk kekuatan badan, dengan isi khodam jenis itu biasanya batu anda itu, jika dipakai, tuahnya kuat dan terasa, bagus sebagai jimat, jadi mungkin bisa dipertimbangkan untuk tidak diusir.
Cobalah dengan cara sambat persuasif atau dengan cara-cara tayuhan seperti dicontohkan dalam tulisan berjudul Ilmu Tayuh Keris. khodam batunya itu diperintahkan supaya merubah energinya menjadi positif dan selalu positif, supaya tidak lagi berenergi negatif dan tidak perlu lagi anda usir dengan jafaron.
Dengan cara-cara itu usahakan supaya khodamnya benar-benar berubah menjadi berenergi positif dan selalu dipantau apakah benar kondisinya selalu positif dan ditayuh juga apakah jika batunya dioleskan minyak jafaron khodamnya itu masih akan pergi. Kalau masih berenergi negatif maka khodamnya akan pergi jika batunya dioleskan minyak jafaron, tetapi jika sudah benar-benar berubah menjadi positif dan selalu positif, khodamnya tidak akan pergi oleh minyak jafaron. Coba juga anda rasakan apakah rasa energi negatifnya atau rasa mengganggu ketika memakai cincin itu masih ada terasa.
Lebih baik lagi kalau dengan cara-cara persuasif itu anda bisa juga mengsugesti khodam jin berbulu hitam itu untuk merubah wujudnya secara permanen menjadi bersosok seperti manusia, sehingga intelijensinya pun akan menjadi lebih baik, karena ia akan menjiwai kondisi wujudnya yang sudah seperti manusia, tidak lagi seperti sebelumnya yang seperti orang utan. Sampaikan juga jika nanti ia mempunyai pasangan dan anak, pasangan dan anaknya itu pun supaya berubah wujud juga menjadi seperti manusia.
Jin berbulu hitam itu aslinya memang berenergi negatif, entah dia baik ataukah jahat.
Kita bisa memerintahkannya untuk memperbaiki kondisi energinya menjadi positif, tapi itu tidak langgeng, sewaktu-waktu bisa kembali lagi negatif seperti aslinya.
Lebih baik kalau dia, pasangannya dan anak-anaknya kita perintahkan merubah wujud menjadi seperti manusia.

Sesudah berubah kemudian disuruh juga supaya mereka merubah energinya supaya positif sesuai dengan wujudnya dan psikologisnya yang sudah seperti manusia. Dengan begitu perubahannya akan bersifat langgeng.
Sebaiknya berubahnya energinya menjadi positif sampai benar-benar mereka tidak terpengaruh lagi oleh minyak jafaron, karena kalau masih terpengaruh minyak jafaron berarti energi positifnya tidak 100% positif, masih ada negatifnya.
Kalau benar kondisinya sudah positif dan selalu positif, maka khodamnya itu tidak perlu lagi anda usir dengan minyak jafaron. Batunya dioleskan dengan minyak jafaron pun sekarang khodamnya tidak akan pergi, bahkan minyak jafaron itu sekarang bisa menjadi sesajinya.
Masukan-masukan di atas adalah untuk orang-orang yang memiliki sosok jin hitam besar tersebut sebagai khodam benda gaibnya, bukan untuk orang-orang yang di dalam badannya sudah ketempatan jenis halus tersebut dan bukan untuk orang-orang yang memiliki jenis halus itu sebagai khodam ilmu / pendamping. Untuk orang-orang itu sebaiknya mereka melakukan pembersihan gaib. 

Cara merubah negatif menjadi positif di atas bisa juga dilakukan terhadap khodam pendamping jenis itu, tetapi Penulis tidak merekomendasikan itu. Untuk khodam pendamping sebaiknya anda memiliki yang intelijensinya lebih baik daripada jenis itu.

Sosok jin hitam tinggi besar itu dan sosok-sosok halus lain yang berenergi negatif, jika dianggap mengganggu, atau ingin diusir, keberadaannya dapat dibersihkan / diusir / akan pergi jika kita mengoleskan minyak jafaron pada benda-benda kita atau ke tubuh kita jika kita ketempatan mahluk tersebut, atau kita mandi dengan campuran minyak jafaron. Mereka juga akan pergi setelah terkena asap bakaran minyak jafaron.

Penggolongan positif dan negatif dalam tulisan ini adalah berdasarkan pengaruh energi dari sesosok mahluk halus terhadap manusia. Tetapi ada orang lain yang menyebutkan suatu mahluk halus bersifat positif atau negatif dari sifat mahluk halusnya apakah bertendensi menyerang manusia ataukah tidak. Perbedaan dalam menggolongkan sifat mahluk halus ini, yang berbeda dasar pengertiannya walaupun menggunakan istilah yang sama positif dan negatif, cukuplah untuk menjadi tambahan pengetahuan bagi kita.



 5. Penggolongan mahluk halus berdasarkan sifat perwatakannya
Penggolongan ini didasarkan pada sifat perwatakan masing-masing mahluk halus dan pengaruhnya terhadap manusia (juga pengaruhnya terhadap mahluk halus lain).


     1.  Golongan Putih. 

Adalah golongan mahluk halus yang perwatakannya tidak berkecenderungan jahat terhadap manusia. Bukan berarti mereka tidak berbahaya dan tidak akan mencelakakan / menyerang manusia, tetapi tidak berkecenderungan bersikap jahat dan tidak bertendensi menyerang / menyakiti manusia. Walaupun begitu, manusia tetap harus berhati-hati dan waspada, karena dapat saja suatu saat mereka menyerang / menyakiti manusia, tetapi selama tidak ada perbuatan manusia yang salah, manusia dan mahluk halus tersebut dapat hidup berdampingan.

     2.  Golongan Hitam. 
Adalah golongan mahluk halus yang perwatakannya berkecenderungan jahat terhadap manusia. Sifat jahatnya ini bisa dalam bentuk perbuatannya yang sengaja menyakiti dan membuat manusia sakit, membuat manusia celaka, bahkan sengaja membunuh manusia, bisa juga perbuatannya yang sengaja menipu / menyesatkan manusia. Jadi, manusia harus berhati-hati dan waspada, karena dapat saja mereka mengganggu, mencelakakan atau menyesatkan manusia, walaupun tidak ada perbuatan si manusia yang menyalahi mereka. Manusia dan mahluk halus tersebut tidak dapat hidup berdampingan. 






     3.  Golongan Abu-Abu. 

Di tengah-tengah antara golongan hitam dan putih, ada mahluk halus yang aura kejiwaannya berwarna abu-abu. Biasanya mereka adalah mahluk halus kelas rendah yang terpengaruh oleh yang golongan hitam. Biasanya mereka suka usil, menakut-nakuti, mengganggu dan mencelakakan manusia, dan suka dengan sengaja bersikap merendahkan manusia dan menipu / menyesatkan manusia. Manusia dan mereka tidak dapat hidup berdampingan.

     4.  Golongan Yang Harus Diwaspadai. 
Ada golongan mahluk halus yang secara perwatakannya tidak digolongkan sebagai putih, hitam, atau abu-abu, tetapi harus diwaspadai dan dihindari. 
Jenis-jenis ini dinilai dari sifat karakternya yang berbeda dari jenis mahluk halus lainnya yang umum, sehingga keberadaan mereka bisa mendatangkan bahaya bagi manusia, sehingga harus diwaspadai.

Contohnya adalah mahluk halus yang sulit dibaca jalan pikirannya dan lebih sering menggunakan insting atau nalurinya dalam bertindak, seperti yang sosoknya berwujud ular, gondoruwo, banaspati dan buto. Jenis-jenis ini bisa menyerang tanpa alasan yang jelas, apalagi kalau kaget atau merasa terancam.

Juga ada jenis bangsa jin yang sosoknya tinggi besar dan berbulu hitam di seluruh tubuhnya seperti gondoruwo. Jenis ini tidak mempunyai sikap berpikir seperti manusia, intelijensinya rendah, lebih banyak bertindak berdasarkan insting dan perasaannya. Dalam usahanya mencari tempat tinggal banyak mahluk halus jenis ini menjadikan tubuh manusia sebagai tempatnya tinggal yang sering sekali akibatnya menjadikan si manusia mengalami kelainan atau gangguan jiwa (gila).

Ada juga sosok-sosok halus tertentu yang harus diwaspadai karena perilakunya yang tidak bersahabat terhadap manusia (juga tidak bersahabat terhadap mahluk halus lain).

Jenis halus lain yang harus diwaspadai adalah mahluk halus dari jenis sukma / arwah manusia yang tinggal di dalam benda-benda gaib atau benda-benda antik / kuno dan yang tinggal / bersemayam di dalam tubuh manusia yang masih hidup, di dalam badan atau di dalam kepalanya.


Kecenderungan jahat atau tidaknya sesosok mahluk halus tidak perlu ditunggu sampai benar mereka berbuat jahat, karena dapat dilihat dari aura kejiwaannya. Bila aura kejiwaannya berwarna putih bersih berarti dia berwatak baik, tidak berkecenderungan jahat, sebaliknya bila aura kejiwaannya berwarna hitam seperti asap knalpot bus / truk, berarti sifat dasar wataknya jahat.  
Pengertian tentang mahluk halus golongan hitam di atas tidak terbatas pada kondisi dan sifat-sifat asli mahluk halusnya yang golongan hitam. Dalam pengertian ini, semua jenis mahluk halus, selain yang berasal dari jenis sukma manusia (arwah / pocong / siluman) juga akan berubah menjadi golongan hitam / abu-abu jika mereka mengeluarkan rasa jahat / marah atau sering melakukan perbuatan jahat. Contohnya adalah mahluk halus gol.putih yang sering diperintahkan untuk menyakiti seseorang (khodam teluh / santet) atau jika kita kesambet. Dalam keadaan itu mereka akan berubah menjadi golongan hitam / abu-abu.
Sebenarnya banyak sekali fenomena perbuatan gaib yang tidak semuanya bisa kita sebutkan satu per satu kejadiannya, baik yang dilakukan oleh gol.putih maupun gol.hitam, atau abu-abu, entah perbuatannya ditujukan langsung kepada manusia ataupun menggunakan manusia sebagai perantaraan perbuatan mereka, entah si manusia menyadarinya ataukah tidak. Jika kita mengetahui / menyadarinya, maka kita harus berwaspada terhadap tujuan dari perbuatan gaibnya itu dan efek resikonya, jangan sampai perbuatannya itu dilandasi oleh tujuan yang negatif / jahat dan efeknya merugikan kita.
Penulis mengelompokkan mahluk halus dari sisi perwatakan mereka bukan hanya gol.putih dan hitam / abu-abu saja, tetapi ada juga yang tidak digolongkan sebagai hitam atau putih, tetapi adalah golongan mahluk halus yang harus diwaspadai.

Yang dari gol.putih bukan berarti mereka adalah dari golongan yang pasti baik dan bukan juga berarti tidak akan mencelakakan / merugikan manusia, tetapi penekanannya adalah bahwa mereka sehari-harinya, baik berada di sekitar manusia ataukah tidak, tidak berkecenderungan  jahat terhadap manusia, sedangkan yang gol.hitam dan abu-abu sehari-harinya sudah berpikiran jahat / jahil / iseng terhadap manusia, banyak efek / potensi negatifnya bagi manusia. Juga ada pengelompokan golongan mahluk halus yang harus diwaspadai, karena memang perbuatan mereka seringkali sebelumnya tidak terduga dan bisa merugikan / mencelakakan manusia.
Jadi terhadap suatu perbuatan mahluk halus atau keberadaannya, bila kita mengetahui / menyadarinya, entah golongan putih ataukah dari golongan yang lain, kita tetap harus waspada, terutama adalah pada potensi efek pengaruh dan resikonya terhadap kita.

  Golongan Mahluk Halus Yang Harus Diwaspadai
Selain yang dari perwatakannya digolongkan putih, hitam atau abu-abu, ada mahluk halus yang dari sisi perwatakannya tidak digolongkan putih atau hitam, tetapi harus diwaspadai dan dihindari. Jenis-jenis ini dinilai dari sifat karakternya yang berbeda dari jenis mahluk halus lainnya yang umum, keberadaan mereka berpotensi negatif bagi manusia, bisa mendatangkan bahaya sehingga harus diwaspadai dan dihindari.
Misalnya mahluk halus yang sosoknya berwujud ular, atau jenis gondoruwo, banaspati dan buto. Jenis-jenis itu sulit dibaca jalan pikirannya, dan lebih sering menggunakan insting atau naluri dalam bertindak. Jenis-jenis itu bisa menyerang setiap saat tanpa alasan yang jelas, apalagi kalau kaget atau merasa terancam.
Banyak bangsa jin yang sosok wujudnya ular. Ada yang besar, ada juga yang kecil. Ini berarti sosok mahluk tersebut menggambarkan watak ular yang sulit ditebak jalan pikirannya, dan lebih banyak menggunakan insting / naluri dalam bertindak, bisa menyerang tanpa sebab yang jelas. Dan sudah pasti berintelijensi rendah. Jika menyerang manusia, mereka tidak memperhitungkan akibat perbuatannya pada manusia itu, apakah akan menjadikannya sakit atau mati. Sebagian mahluk halus berwujud ular ini ada yang suka bertempat tinggal / bersemayam / membuat sarang di dalam badan manusia.
Aura kejiwaan sosok-sosok ular tersebut kebanyakan berwarna putih, artinya secara psikologis mereka tidak berkecenderungan berlaku jahat kepada manusia maupun kepada mahluk halus lain. Tetapi karena mereka lebih sering menggunakan insting atau nalurinya dalam bertindak, jenis ini harus diwaspadai, karena mereka bisa menyerang kapan saja tanpa alasan yang jelas, apalagi kalau kaget atau merasa terancam. Artinya, pada saat mereka menyerang itu mereka tidak bermaksud berbuat jahat, hanya nalurinya saja yang membuat mereka melakukan itu. Karena itu jika mereka ada di sekitar kita, maka keberadaannya harus diwaspadai dan harus dihindari.
Mahluk halus bersosok ular ini sering sekali menyerang manusia, membuat sakit manusia (kesambet), karena tanpa sadarnya si manusia sudah menendang / menginjak si ular yang posisinya memang di bawah seperti ular sungguhan di dunia manusia.
Ada juga jenis mahluk halus yang sebenarnya menurut pikirannya sendiri tidak bermaksud jahat terhadap manusia, tetapi perilakunya begitu, dan aura perwatakannya memang juga abu-abu, misalnya jenis Palasik, Wewe Gombel, Banaspati, dsb.

Ada sejenis bangsa jin yang sosoknya berbulu hitam tinggi besar yang sering sekali menjadi khodam ilmu / pendamping seseorang, atau menjadi penghuni benda-benda gaib dan jimat, atau tinggal di perabotan dan rumah manusia. Penulis tidak menggolongkan jenis ini sebagai bergolongan putih atau hitam, tetapi sosok halus jenis ini berenergi negatif yang pengaruh energinya itu dapat memunculkan sakit-penyakit di tubuh manusia, apalagi jika ada sosok gaib jenis ini yang tinggal bersemayam di dalam tubuh manusia yang dapat menyebabkan si manusia sampai mengalami kelainan / gangguan kejiwaan.
Jenis bangsa jin hitam tinggi besar itu harus diwaspadai, karena sebagian besar berintelijensi rendah, seperti orang utan, yang sering dalam usahanya mencari tempat tinggal mereka masuk bersemayam di tubuh manusia. Akibatnya, selain si manusia dapat mengalami gangguan kesehatan, juga banyak yang sampai mengalami gangguan jiwa (idiot dan gila).

Keberadaan mahluk halus jenis tersebut di dalam tubuh atau di dekat manusia mungkin tidak berpengaruh negatif untuk yang sengaja dipasang sebagai khodam pendamping atau khodam ilmu, atau khodam benda gaib, karena mahluk halus itu sebelumnya sudah menyelaraskan dahulu energinya dengan energi si manusia.
Walaupun sosok jin hitam tinggi besar itu sudah tinggal dan menjadi khodam benda gaib maupun khodam pendamping, karena intelijensinya yang rendah, tetap saja ada resiko bahwa sosok halus itu suatu saat akan masuk bersemayam di dalam tubuh manusia, atau si manusia mendapatkan pengaruh negatif energinya terhadap kesehatannya.
Jenis bangsa jin yang sosoknya hitam besar dan berbulu di seluruh tubuhnya (mirip gondoruwo) itu sering menjadi penyebab manusia ketindihan yang akhirnya bisa sampai menyebabkan si manusia mengalami gangguan jiwa. 
Sosok jin hitam besar tersebut tidak dikategorikan putih atau hitam, tetapi dikategorikan sebagai jenis mahluk halus yang harus diwaspadai, karena mereka tidak mempunyai sikap berpikir dan perwatakan seperti manusia, intelijensinya rendah, perilakunya seperti orang utan atau gorilla, lebih banyak bertindak berdasarkan insting dan perasaannya daripada pikirannya. 
Umumnya jenis mahluk halus tersebut membutuhkan sesuatu sebagai tempat tinggalnya, bisa di pohon, di rumah seseorang, batu kali, patung, batu akik, atau di tempat-tempat lain yang bahkan mahluk halus lain tidak mau tinggal di dalamnya. Ada juga yang merasa cocok untuk masuk dan tinggal di dalam tubuh manusia yang proses awalnya adalah apa yang biasa disebut ketindihan yang akhirmya menjadikan si manusia sampai mengalami gangguan jiwa.
Jika sosok jin hitam itu menjadi khodam ilmu / pendamping manusia, keberadaannya itu dapat menjadi khodam bagi si manusia, tetapi sebagian besar nantinya akan menyulitkan dalam proses kematian si manusia.
Jika sosok jin hitam itu tinggal bersemayam di dalam badan manusia, keberadaannya itu dapat menjadi khodam kekuatan bagi si manusia, tetapi nantinya pasti akan menyulitkan dalam proses kematian si manusia.
Sosok halus hitam besar itu adalah dari jenis bangsa jin yang dalam kategori Penulis termasuk mahluk halus yang kelasnya rendah dan daya pikirnya rendah. Sosok itu sendiri sebenarnya tidak bermaksud mengganggu, tetapi kelas berpikirnya rendah, sehingga tidak bisa membedakan mana tempat yang layak dan mana yang tidak untuk menjadi tempat tinggalnya. Tetapi ada beberapa (sedikit) dari mereka yang kelihatannya tidak berbahaya dan tidak suka masuk ke dalam tubuh manusia, sebagiannya tinggal di dalam benda-benda seperti batu akik (yang khodamnya alami, bukan isian), sehingga perilakunya sama dengan yang golongan putih.
Dalam kondisi aslinya sosok jin hitam besar itu memang berenergi negatif. Jenis itu bisa dengan mudah diusir hanya dengan mengoleskan minyak jafaron saja pada bendanya. Tetapi jika anda mempunyai benda-benda gaib yang khodamnya adalah bangsa jin hitam tinggi besar tersebut, sebaiknya dicoba dulu diberikan sesajinya misik putih dan bendanya diwiridkan amalan gaib yang sesuai dengan tuah yang anda inginkan, misalnya diwiridkan amalan gaib untuk tuah kekuatan, kewibawaan, penglaris dagangan, dsb  (amalan gaibnya bisa dicari di internet). Mudah-mudahan sesudah menerima sesajinya dan tersugesti mengikuti isi amalan gaibnya sosok hitam itu akan berubah karakter energinya, tidak lagi berenergi negatif seperti aslinya dan nantinya intelijensi mereka menjadi lebih baik lagi dan diharapkan tidak akan memberatkan dalam proses kematian. 
Masukan di atas adalah untuk orang-orang yang memiliki sosok jin hitam besar tersebut sebagai khodam benda gaibnya, bukan untuk orang-orang yang di dalam badannya sudah ketempatan jenis halus tersebut dan bukan untuk orang-orang yang memiliki jenis halus itu sebagai khodam ilmu / pendamping. Untuk orang-orang itu sebaiknya mereka melakukan pembersihan gaib. 
Untuk yang di badannya sudah ketempatan mahluk halus tersebut sebaiknya segera membersihkan dirinya dengan menggunakan minyak jafaron, sebaiknya jangan cuma mengoleskan minyaknya saja, lebih baik mandi saja dengan campuran minyak jafaron supaya dengan cara mandi itu juga akan membersihkan semua sisa energi negatif jin itu dari badannya.

Sosok jin hitam tinggi besar itu dan sosok-sosok halus lain yang berenergi negatif, jika dianggap mengganggu, atau ingin diusir, keberadaannya dapat dengan mudah dibersihkan / diusir / akan pergi jika kita mengoleskan minyak jafaron pada benda-benda kita atau ke tubuh kita jika kita ketempatan mahluk tersebut, atau kita mandi dengan campuran minyak jafaron. Mereka juga akan pergi setelah terkena asap bakaran minyak jafaron.

Selain itu ada juga golongan mahluk halus yang perwatakannya tidak baik, yaitu mahluk halus yang bersikap tidak bersahabat terhadap manusia maupun terhadap mahluk halus lain. Biasanya mereka hidup sendiri atau tinggal di dalam komunitas yang perwatakannya sejenis. Mereka tidak menyukai keberadaan mahluk lain di lingkungan keberadaannya. Biasanya mereka memancarkan aura energi yang membuat mahluk lain tidak nyaman berada di dekatnya. Biasanya mereka sangat menonjolkan kekuasaannya, kekuatannya dan akan menyerang siapa saja yang dianggap mengganggu dan "menghukum" siapa saja yang dianggap melakukan "kesalahan" di lingkungan mereka.
Bila jenis mahluk ini berdiam di dalam sebuah rumah, toko, bangunan atau di suatu lokasi tanah tertentu, maka rumah, bangunan dan lokasi itu akan terasa tidak nyaman, orang akan merasa takut untuk datang, apalagi untuk tinggal di situ, warung dan toko akan dijauhi orang. Mereka akan mengusir mahluk halus lain yang tidak sehaluan dan akan membuat berbagai macam gangguan kepada manusia, atau membuat manusia celaka atau sakit, bahkan meninggal, supaya manusia tidak tinggal disitu. Beberapa dari jenis mahluk halus ini akan merasa cocok mendampingi manusia yang menonjolkan kekuatan, sok gagah, sok sakti, sok jagoan dan akan mengusir keberadaan khodam pendamping manusia lain yang ditemuinya. Mereka juga akan memancarkan aura yang membuat si manusia ditakuti dan menjadi tidak disukai oleh manusia lain.
Jenis-jenis mahluk halus yang perwatakannya negatif seperti tertulis di atas umumnya aura kejiwaannya hitam atau abu-abu. Beberapa dari mereka (tidak semuanya) berasal dari jenis bangsa jin, kuntilanak, peri yang tubuhnya tinggi seperti manusia, banaspati dan buto.
Selain yang tinggal di darat, ada banyak jenis itu yang merupakan jenis jin air. Jenis jin air ini tidak menyukai kehadiran mahluk daratan, baik manusia maupun mahluk halus. Mereka bisa mencelakakan siapa saja yang masuk ke lingkungan mereka. Karena itu kita, manusia, yang adalah mahluk daratan, sebaiknya selalu berhati-hati ketika berada di lingkungan air, terutama di lingkungan air yang tempatnya sepi dan jarang didatangi manusia
Jenis halus lain yang harus diwaspadai adalah mahluk halus dari jenis sukma / arwah manusia yang tinggal di dalam benda-benda gaib atau benda-benda antik / kuno dan jenis sukma / arwah yang tinggal bersemayam di tubuh manusia yang masih hidup, di dalam badan atau di kepala manusia.

Ada jenis halus sukma manusia (arwah) yang harus diwaspadai, yaitu yang tinggal menghuni di dalam benda-benda gaib tertentu, seperti keris, batu akik, benda-benda antik / kuno, dsb. Tujuan keberadaan mereka di dalam benda-benda itu adalah karena mereka membutuhkan tempat tinggal, menjadikan benda-benda itu sebagai rumah mereka yang baru, bukan untuk menjadi khodam yang memberikan tuah bagi manusia pemilik benda-benda itu. Seandainya ada benda-benda itu yang menjadi milik kita, maka sebaiknya kita sangat berhati-hati dalam memilikinya, jangan sampai kita melakukan kesalahan yang bisa menyebabkan sosok sukma di dalam benda-benda itu marah dan "menegur" atau "menghukum" kita.
Ada juga mahluk halus sukma manusia (arwah) yang harus diwaspadai karena wataknya yang jelek yang suka bersemayam di dalam tubuh manusia yang masih hidup, bersemayam di dalam badan atau di kepala manusia, yang selain bisa menyesatkan jalan pikiran si manusia, memberikan banyak bisikan gaib dan penglihatan gaib fiktif / ilusi / halusinasi, juga bisa mendatangkan kejadian-kejadian gaib lain yang negatif.

BERSAMBUNG....... (PENGGOLONGAN MAHLUK HALUS 2)
SAMUDERADOA BLOG (samuderadoa.blogspot.com)

Assalamualaikum... Selamat datang sedulur spiritualis.Salam sejahtera dan berkah serta sukses slalu untuk semuanya...aamiin. Blog ini adalah wadah untuk ajang silaturahmi dan saling berbagi untuk menambah pengetahuan, wawasan, serta pengalaman. Bagi saudara ku yg mempunyai pengetahuan dan ingin berbagi atau ingin belajar dalam hal supranatural silahkan untuk komentar dan saling tegur sapa di artikel artikel yang telah di posting diblog ini. Dengan syarat memakai nickname dan komentar yg sopan santun. Bagi pendatang baru atau pun yang lama yg ingin menjadi anggota ataupun qobiltu amalan yg sudah dishare silahkan bergabung di postingan/artikel "daftar anggota "warga samuderadoa (WSD)". Terimakasih atas pertisipasinya melestrikan kebudayaan dan perbendaharaan ilmu nusantara...

Salam sejahtera untuk semuanya...

PENGIRIMAN ARTIKEL

Silahkan mengirimkan artikel keilmuan ataupun wawasan serta pengalaman spiritual yang bermanfaat ke alamat email: samuderadoa2013@gmail.com Artikel yg dikirim hendaknya orisinil tulisan sendiri dan bukan copas dari blog lain. Jika copas cantumkan sumbernya. Bagi yang ingin konsultasi tulis judul di email anda "KONSULTASI". Bagi yg ingin kirim artikel keilmua tulis judul di email anda "ARTIKEL KEILMUAN"

Salam...

HARAP DI PERHATIKAN!!!

Bagi para saudaraku yg ingin mengamalkan keilmuan ataupun amalan hikmah yg sdh dishare diblog ini, kami sarankan untuk berkonsultasi/mohon ijin/qobiltu kepada yg mengijazahkan. Sebelum mengamalkan sesuatu lebih baik sholat hajat dan istikhoroh meminta petunjuk kepada yg maha kuasa. Bagi yg tidak mempuanyai guru silahkan mencari orang yang faham, ustadz atau kiayi didaerah masing-masing yg sekiranya bisa membimbing dan mengarahkan saudaraku semua kepada jalan yg lebih baik. Silahkan yang ingin share artikel dari blog ini Kami persilahkan.


Salam rahayu dan sejahtera untk sedulurku semuanya....

Sekedar masukan bagi para pembaca dan bagi para sedulur semuanya jika masih kesulitan dan selalu gagal dalam mempelajari Amalan di blog ini ataupun amalan-amalan ilmu hikmah/kebatinan lainya kemungkinan aliran chakra anda masih terkunci, tertutup belum terbuka sehingga sulit dalam menangkap sinyal-sinyal ghoib dan sulit dalam konsentrasi dan tidak bisa fokus, saya sarankan aliran chakra/aura anda perlu di buka terlebih dahulu oleh orang yang mempunyai kemampuan membuka chakra/aura anda.

Dengan mengharap ridho Allah SWT, jika para sedulur berkenan ijinkan kami untuk menawarkan kepada sedulur sekalian untuk membuka aliran chakra/aura anda.

jika niat anda sudah yakin ingin membuka Chakra/Aura anda, sedulur bisa hubungi no ini 089652792664 atau bisa email ke: transferilmubatin@gmail.com

Sedulur tidak usah khawatir tentang apakah ini suatu penipuan atau kebohongan belaka,kami berikan garansi mahar kembali dalam 1 minggu jika anda tidak merasakan apa-apa.

Ketika proses nanti anda akan merasakan sendiri energi yg masuk ke tangan anda ketika proses berlangsung,
Reaksi biasanya tangan sprti ksetrum kcil, hangat dan dingin, kepala terasa berat dan lain-lain.

Nb: syarat dan mahar berlaku.

Bgi yg serius silhkn jangan sungkan untuk menghubungi kami
kami percaya kepada anda dan andapun seharusnya mempercayai kami..agar terjalin silahturahmi yang erat antar sesama manusia.